Ujian Pasca Khitbah

Posted: Agustus 9, 2011 in CurHat, JuSt sHaRin9, REnungan Hati, Tulisanku
Tag:, , ,

Ternyata ga mudah menjaga rasa ini. ternyata beginilah ujiannya….pasca khitbah. ternyata benar,,, sebisa mungkin jarak antara khitbah dan akad itu tidak lama alias disegerakan asal bukan tergesa-gesa, dengan tujuan untuk menghindari fitnah. fitnah dengan berbagai macam bentuknya.
Yang aku maknai, fitnah disini artinya ujian. ujian hati. Seorang wanita yang sudah dipinang di satu sisi tidak boleh menerima laki-laki lain, dan di sisi lain sang calon masih belum berstatus “halal” menjadi pasangan hidup. Kalau begitu,,, adab pergaulan dan komunikasi pun tidak ada perubahan, baik sebelum khitbah ataupun stelahnya.
Nah disinilah, banyak orang salah paham, banyak menganggap khitbah itu sudah setengah akad. Padahal, khitbah masih ada kemungkinan batal.
Ya, akhirnya …. aku rasa betapa ujian ini terasa begitu berat. Adab2 untuk menjaga hati, diri dan perasaan dari segala bentuk dosa sebelum terucap ijab kabul tersebut, harus terus diupayakan.
Aku akui, awalnya ini menjadi cukup longgar setelah khitbah itu, komunikasi yang sangat minim, akhirnya menjadi lebih, dan akupun awalnya merasa terganggu, karena dalam konteks yang aku pikir kurang penting. Tapi, ternyata syaitan itu cerdik, dan banyak cara membuat manusia ga sadar dengan kealpaannnya..dibuat buta mata hatinya, di buat merasa benar atas kekeliruannya. Yup, i was been usual with hiz sms, salahnya aku menikmati itu akhirnya.
Padahal, hati kecilku sudah mengingatkan kalo ini salah dan ga seharusnya. Tapi aku selalu berkelit, “ahh….gapapa kan jaarang2 ga setiap hari”, “ahh.. gpp kali, toh kan cuma supaya terjalin komunikasi”, “masa sih sms gitu aja ga boleh, toh kan sebentar lagi jadi, gpp lah..”, dan 1001 macam alasan dan pembelaan lain untuk membenarkan bahwa komunikasi pasca khitbah itu syah2 saja.
Sebenernya, ya memang syah2 saja. Asalkan masih dalam batas n koridor syar’i. Namun kalau sudah melewati batas itu, yang konteks n kontennya sudah kurang penting, kurang nyambung dan bukan membahas hal2 penting seperti persiapan nikah…. apa itu masih dibenarkan??
Sampai2 aku coba cari2 literatur sebagai bahan pendukung bagaimana yg seharusnya beradab dalam komunikasi antara ikhwan akhwat pasca khitbah.
Yup, aku sadar ga seharusnya komunikasi ga penting itu terjalin,,, dan mungkin diamku ini, tak merespon, tak memulai duluan, bisa menjadi bahan introspeksi untuknya, meskipun isi smsnya berupa sms taushiyah.
Lho koq? ya. Coba bayangkan jika teman wanitamu mengirimkan sms taushiyah, dan calon suamimu mengirim sms taushiyah yang sama, pasti akan terasa berbeda kan? Entahlah…perasaan yang tidak dapat dijabarkan dengan kata2,, karena yang mengirimnya adalah seseorang yang akan menjadi orang spesial dalam hidupmu…. mungkin rasa senang, melayang, ge-er dsb,,, yang khawatirnya menjerumuskan kepada dosa… naudzubillah…
Dan waspadalah karena ini salah satu trick syaitan mengelabui manusia untuk mengikuti jalannya yg sesat, tanpa kita sadari.

Astaghfirullahaladziim….
Terimakasih ya Allah…atas pencerahannya.
Jagalah hati2 kami ya Allah…hingga ijab kabul itu terlaksana.
Lindungilah kami dari segala bentuk dosa yang membuat jauuh dari ridha dan keberkahanMu…
Jadikanlah hari2 kami pasca khitbah ini menjadi moment untuk lebih mendekatkan diri ini padaMu Ya Allah….
kUatkanlah hati, pikiran dan diri kami dalam menjalani hari2 di masa penantian ini…
Bukakanlah mata hati kami untuk selalu dapat melakukan yang benar menurutMu ya Allah…
Jauhkanlah kami dari segala macam bentuk nafsu dunia…
Amiin…

Untuk Akhi disana, fashbir shobron jamiila…. bersabarlah dalam keindahan sampai hari itu tiba, sampai semuanya telah benar2 halal dan merubah status kita menjadi pasangan yang diberkahi.
Hingga pada akhirnya nanti setelah kau mengucap ijab kabul sambil berjabat erat dengan ayahku…kau akan mengerti mengapa saat ini aku masih menutup diriku… dan kau akan faham rasa cinta dan sayang karena Allah itu akan menjadi bermakna dan indah pada waktu yang tepat…

Komentar
  1. ibnu sairi mengatakan:

    ternyata ada juga yang senasib sepenanggungan…
    Tapi yg lebih berat bg saya karena kami tinggal bersebelahan rumah…
    memang luar biasa mengatasi rasa rindu. Saya pun ngga berani sms. Tapi kadang untuk sedikit mengobati rasa itu, saya sering membuka wall facebooknya, sekedar untuk mengetahui kabarnya. sepengetahuan anti itu dosa ga ya?

  2. istanabiirru mengatakan:

    semua akan indah pada waktunya

  3. awan putih mengatakan:

    T_T….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s