Bulan ini bulan yang penuh dengan keletihan. Bagaimana tidak, pekerjaan di kantor seakan ga ada habis2nya. selesai ini, lalu itu begitu seterusnya. 24 jam rasanya tak cukup. peekrjaan yang satu sedang diselesaikan, bos sudah menyuruh pekerjaan lain lagi. Rasanya ga bisa nafas, seperti kejepit dengan rutinitas.

Aku jadi berpikir, pekerjaan yang ga ada stopnya setiap hari dari senin sampai minggu ketemu senin lagi ga ada liburnya meski di rumah, seakan merampas hak jiwa raga dan pikiran untuk istirahat sesaat.

Pikiran ini, otak ini mau ga mau mayoritas dipenuhi dengan urusan kantor yang ga kelar2. (berharap ini cuma sesaat, dalam rangka assesment)

Aku merenung sejenak dalam ketergesaanku merampungkan tugas2 kantor yang tak terkejar singkat. Apa yang aku kejar dalam hidup ini kalau kehidupan yang aku jalani malah seperti membudakiku untuk bekerja, bekerja dan hanya bekerja saja? Dimana Hak istirahat, sosialisasi, liqo dengan teman2, ibadah yang khusyu, baca qur’an, merenung, dsb dalam rangka keseimbangan hidup ???? Kerja ini untuk apa? Apa yang aku cari? Tujuan aku hidup untuk apa? Apa hanya untuk pekerjaan yang kini menyita dan menguras segenap jiwa raga, tenaga dan pikiran ?

Mungkin aku harus lebih pandai mengatur waktu, agar aku tidak seterjepit ini. agar aku tidak diperbudak pekerjaan dan waktu yang mengejar-ngejar.

Dan pekerjaan hanyalah alat, fasilitator atau “kendaraan” dalam rangka kebahagiaan dunia dan akhirat. Pekerjaan itu amal ibadah, karena itu dalam bekerja pun hendaknya sebanyak apapun pekerjaan, ibadah wajib tetap dilaksanakan sebaik dan sekhusyu mungkin tidak terburu2, ibadah sunnah pun hendaknya tak pernah absen. Pekerjaan itu sebagai bentuk aktualisasi diri, jadi bersyukurlah……..dengan apa yang bisa aku kerjakan sekarang, dengan segala yang orang lain percayakan pada ku untuk  menyelesaikan pekerjaan ini dan itu. dan lagi janganlah mengeluh, seletih apapun………

Bukan uang, pangkat, jabatan, yang aku cari tapi prestasi dari setiap detik yang terlewati. Prestasi akan ilmu dan kontribusi terbaik di dunia yang sesaat ini, sebagai ladang amal tuk kampung Akhirat yang kekal dan abadi kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s