Aku minta kepada Allah setangkai bunga, Dia beri aku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat. Aku sedih, kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini. Tapi suatu hari, kaktus itu berbunga sangat indah, ulatpun berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita harap, tapi Allah memberi apa yang kita perlukan. Walau terkadang sedih, kecewa dan terluka, tapi jauh di atas segalanya Dia sedang merajut yang terbaik untuk kita (dari sebuah blog yg sy lupa alamatnya)

Komentar
  1. Dodi Maisa S mengatakan:

    Saya suka baca renungan hati itu.Saya akhwat, tapi gpp y saya kasih komentar.Emang nama saya kata orang unik,kyk ikhwan tp itulah pemberian dr ortu yg musti saya syukuri.Spt saya aja, saya baru baru aja meminta seorang ikhwan rekan krja saya mekhitbah saya.Karena awalnya saya fikir dia menyukai saya,brgkali saya yg salah sangka dg kebaikannya.Trnyata skrng dia mengkhitbah seorang akhwat dr Sby.Sulit bwt saya sbnrnya.Tapi renungan td lucu spt nasib saya, dan menyentuh.Ah,brgkali saya spt kaktus yg berduri,tpbenar semua indah pada waktunya,Insya Allah. Makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s