Jawaban Istikharahku kok Salah?
Uneq-Uneq – Saturday, 07 February 2009

Tanya: Assalamualaikum wr,wb. Begini mbak ade, saya ingin menanyakan satu hal, mengenai petunjuk dari shalat istikharah. Waktu dulu saya menjalin hubungan dengan seorang wanita asal medan, hubungan kami kurang mendapat persetujuan dari orang tuanya si cewe, karena menurut beliau saya bukan orang batak sama seperti mereka. Saya awalnya tetap berusaha menjalani semuanya, karena patokan saya niat saya baik dan di mata Allah ga ada yang membedakan kita sebagai manusia, saya hanya beranggapan yang membedakan hanya ke TAQWA an kita saja, selainnya kita sama HAMBA ALLAH.

Akhir nya kita berpisah, setelah hampir 3 taun kita pisah. Saya tidak tahu dia dimana dan bagaimana dia sekarang. Saya menjalin hubungan dengan wanita baru sebut saja si P, wanita asal garut, di awal saya menjalankan shalat istikharah agar supaya ke salahan di waktu yg lalu ga terulang lagi, di dalam shalat saya berdoa: YA ALLAH APABILA SI P MEMANG BAIK UNTUKKU, AGAMAKU, DUNIAKU, AKHIRATKU, HIDUPKU, HIDUP SETELAH MATIKU BERILAH AKU PETUNJUK MU AGAR AKU SEMAKIN MANTAP MENJALANI NYA, NAMUN APABILA DIA MEMANG TIDAK BAIK UNTUKKU DAN SEMUA YANG ADA PADA DIRI KU, TUNJUKKAN LAH AKU YANG BAIK UNTUKKU.

Ternyata tanpa di sangka jawaban yang saya dapat kan dalam istikharah saya mengarah kepada mantan saya yang sudah hampir 3 taun saya tidak tahu kabarnya dan dimana dia sebenarnya. Semenjak itu perasaan saya kembali mencintai mantan saya itu, saya semakin yakin bahwa dia lah yang di siapkan oleh ALLAH untuk saya. Akan tetapi mengapa dia seakan menjauh dari saya, sembunyi juga dari saya,padahal jawaban dari salat istikharah saya adalah dia, salat istikharah pun saya lakukan berulang2, tapi jawabannya dialah yang terbaik..

Yang saya ingin tanyakan, mengapa realitanya justru ber tolak belakangan dengan jawaban/petunjuk yang diberikan oleh ALLAH? Apakah ini yang di sebut ujian kemantapan hati saya, apakah saya sabar menunggu masa itu atau justru sebaliknya?

Terimaksih banyak mbak ade..
mohon sekali jawabanya..
wassalamualaikum

Jawab:

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Satu pertanyaan saya sebelum membahas uneg2 darimu. Yaitu, darimana kamu tahu bahwa jawaban dari shalat istikharahmu yang berkali-kali itu adalah sidia yang tiga tahun dahulu pernah punya kisah denganmu? Apa tolok ukurnya sehingga kamu bisa menyimpulkan bahwa jawaban dari shalat istikharahmu mengatakan dialah yang terbaik?

Hm. Entahlah. Tapi pengalaman memberi saya pelajaran bahwa seringkali, manusia (yang memang memiliki banyak sekali kekurangan) salah mengartikan petunjuk dari Tuhannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena ketika meminta petunjuk dari Allah, kita tidak membuang semua ego dan mimpi-mimpi kita. Mungkin perumpamaannya sama seperti seorang anak kecil yang bertanya kepada bapaknya. “Ayah, lebih baik saya ikut PMR atau Pramuka?” Didalam hati, si anak amat menginginkan untuk dapat ikut Pramuka. Ini karena alasan semua sahabat dekatnya ikut kegiatan Pramuka, kegiatan Pramuka juga lebih tidak ribet ketimbang PMR yang banyak tugas. Tapi, bagi sibapak, dalam pandangan si bapak, anaknya memiliki karakter suka menolong, pandai dibidang pengobatan, dan potensial untuk dikembangkan dibidang kedokteran nanti-nantinya. Disisi lain, si bapak tahu, semua teman anaknya memilih untuk ikut Pramuka sehingga PMR benar-benar sebuah kegiatan baru dengan lingkungan yang baru juga untuk anaknya. Lagipula, si bapak ingin anaknya mau bertanggung-jawab dengan apapun yang dipilihnya. Maka dijawablah pertanyaan si anak, “Menurut bapak, kamu ada bakat dibidang pengobatan nak. Prospek masa depanmu pun akan lebih menjanjikan jika kamu mendalami bidang yang berhubungan dengan relasi social dan pemberian pertolongan kepada orang lain.” Kontan, si anak tersenyum. “Terima kasih pak atas solusi dan jawabannya, berarti saya boleh masuk Pramuka.” Selesai. Sesungguhnya, apapun jawaban dari si bapak, karena kecenderungan hati yang dimilikinya, maka si anak akan tetap memilih untuk masuk Pramuka (minimal dia akan menterjemahkan jawaban si bapak bahwa si bapak sepakat dengan apa yang dia inginkan). Bisa saja si bapak langsung member jawaban “Masuk PMR saja.”. Jika ini terjadi, maka si anak akan langsung bertanya, “Memang ada apa dengan Pramuka pak? Mengapa PMR lebih baik dari Pramuka?” Jawaban ini terus ditanyakan ke si bapak sehingga akhirnya si bapak (yang memang menyayangi anaknya) akan memberi jawaban, “Ya sudah, kamu masuk Pramuka saja kalau begitu. Pramuka juga bagus kok untukmu.” Inilah yang disebut dengan episode kemenangan kecenderungan hati.

Sebenarnya, ketika melakukan shalat istikharah itu ada dua hal yang harus terpenuhi (ini sekaligus jawaban bagi penanya yang bertanya mengapa setelah shalat istikharah berkali-kali belum juga ditunjukkan jodoh baginya). Pertama, shalat istikharah itu shalat untuk mohon petunjuk atas dua atau beberapa pilihan. Jadi, jika kita tidak punya pilihan sama sekali, jangan pernah berharap akan datang jawaban yang diinginkan. Kedua, ketika melakukan shalat, bersihkan dahulu hati kita dari segala macam kecenderungan hati. Ingat, ini permintaan mohon petunjuk bukan mohon stempel persetujuan atas sebuah proposal kecenderungan hati.

Sekarang kita balik lagi kepada kejadian tiga tahun yang lalu. Ayo jujur pada diri sendiri. Ketika dulu ditolak oleh orang tua mantan gadismu itu karena perbedaan suku, sakitkah hatimu? Mungkin. Kecewakah dirimu? Bisa jadi. Kejadian itu sudah lama sekali terjadi sehingga mungkin semua rasa sakit hati dan kecewa yang dulu pernah kamu rasakan sudah coba kamu lupakan. Itu sudah tiga tahun lamanya. Ada banyak kejadian yang terjadi dalam kurun waktu tiga tahun belakangan. Kamu memperoleh pengalaman baru yang berderet. Kamu juga memperoleh pengetahuan baru yang terus bertumpuk setiap harinya tanpa terasa. Apa yang terjadi pada ingatan manusia terhadap kenangan dengan seseorang yang dia kenal dimasa yang lalu? Jawabannya, kenangan yang indah. Seorang ibu yang galak pada anaknya, hampir tiap hari si anak dimarahi olehnya hingga si anak tumbuh dewasa dengan sifat serba gugup dan ingin cepat menikah agar bisa terbebas dari sisi si ibu. Ketika akhirnya si ibu meninggal dunia, maka yang diingat oleh si anak adalah kenangan ketika ibunya mengasihi dirinya. Itulah yang membuat si anak akhirnya merindukan ibunya yang sudah meninggal dunia. Air matanya menetes jika ingat bagaimana si ibu memeluk dirinya ketika dia masih kecil, ketika dia sedang sakit, atau ketika dia sedang sungkeman karena ingin menikah. Episode kekejaman ibunya dahulu sudah dia lupakan. Seorang presiden yang memimpin negaranya dengan tangan besi, sehingga banyak sudah pelanggaran HAM yang dilanggarnya, sehingga banyak sekali darah yang mengalir demi lancarnya pembangunan seperti yang dia inginkan terjadi, sehingga banyak sekali nyawa yang melayang sia-sia agar tujuan trilogi pembangunan bisa tercapai; ketika dia sudah meninggal dunia apa yang dikenang oleh rakyatnya? Semua kenangan indah ketika dia berkuasa. Tentang pembangunan yang pesat; tentang kesejahteraan yang dirasakan dahulu, tentang kemakmuran Negara ketika bersanding dengan Negara tetangga. Episode dia sebagai penjarah kebebasan orang lain sama sekali sudah dilupakan rakyat. Episode dia sebagai seorang pembunuh berdarah dingin sama sekali tidak ada yang ingat. Bahkan episode dia sebagai seekor gurita yang terus memanjangkan tentakelnya untuk menguasai perekonomian sepihak saja melalui para kroni dan keluarganya hilang dalam jagad raya sejarah negaranya. Ya. Inilah yang terjadi pada ingatan manusia setelah kurun waktu yang lama. Dan bisa jadi, inipulalah yang terjadi dalam ingatanmu terhadap mantan gadismu itu.

Dalam kondisi seperti ini, bertemulah kamu dengan Si P. Lalu, tanpa sadara, kamu mempersandingkan kedua gadismu itu. Sayangnya persandingan ini tidak berjalan seimbang. Kelebihan mantan gadismu kamu sandingkan dengan kelebihan si P beserta kekurangannya (karena kamu sudah lupa dengan kekurangan mantan gadismu yang tiga tahun sudah berlalu itu). Eksotisme perjuangan mendapatkan mantan gadismu dengan kemudahan mendapatkan si P. Artinya, kamu masih menyimpan rasa “istimewa” untuk mantan gadismu itu (sekaligus rasa penasaran mengapa hanya karena berbeda suku kamu tidak bisa mendapatkan dia). Inilah yang saya maksud dengan kecenderungan hati yang sudah kamu miliki terlebih dahulu sebelum kamu mengerjakan shalat istikharah.

Solusi yang bisa saya tawarkan, coba jaga jarak terlebih dahulu dengan si P (ini jika kamu sudah berhubungan dengan si P lebih lanjut) selama beberapa pekan. Apa yang kamu rasakan? Apakah kamu merasakan bahwa kamu merasa kehilangan dia? Jika ya, buat daftar kekurangan dan kelebihan si P dan cocokkan dengan kriteriamu dalam mencari sosok seorang istri, ibu bagi anakmu dan kekasih. Apakah dia sudah cukup memenuhi criteria itu? Lalu, barulah bandingkan dengan mantan gadismu dahulu. Lalu bandingkan juga daftar apa yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan salah satu dari keduanya. Mana yang lebih sulit? Mana yang dimudahkan jalannya dan mana yang dipersulit jalannya? Karena saya pribadi (ini murni pendapat seorang ade anita yang manusia biasa) cenderung untuk menyimpulkan bahwa jawaban dari shalat istikharah itu adalah dengan hadirnya kemudahan untuk mendapatkan sesuatu dan kesulitan untuk mendapatkan yang lain. Kemudahan untuk dihindari dari sesuatu dan kesulitan untuk mempertahankan yang lain.
Tolong jujur dan jangan terlalu gigih mempertahankan kecenderungan hati. Karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dimasa depan sedangkan Allah-lah Yang Maha Berpengetahuan atas segalanya. Pejamkan matamu untuk menyingkirkan semua gejolak perasaan lalu konsentrasi beribadah mendekatkan diri pada Allah SWT. Mohon pada Allah agar menjernihkan hatimu dan membuka pikiranmu sehingga kamu memperoleh kemudahan untuk melihat bahwa sesuatu yang benar itu memang benar dan yang salah itu nyata salahnya.

Demikian semoga bermanfaat. MOhon maaf jika ada kekurangan dan kekhilafan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ade Anita

sumber: http://www.kafemuslimah.com/article_detail.php?id=1335

Komentar
  1. sweetajeng mengatakan:

    Assalamualaikum mba ade. Ini ajeng, salam kenal juga ya mba. Wah, aku setuju mba dengan jawabannya. Aku pernah dengar kata2 dari Ustadz Aam Amirudin, kata beliau “jawaban dari istikharah itu bukan mimpi. tapi, jika terjadi akad nikah, itulah jawabannya.”
    Aku suka mendengar cerita2 mengenai proses teman2 yang sudah menikah, dan dari semua cerita itu, aku tarik satu kesamaan, yaitu kemudahan. Kalau memang berjodoh Allah pasti akan memudahkan jalannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s