aku hanya ingin berkata: “bersyukurlah teman2 yang Ibu/Mama/Bunda/Bu’e/Ma’e nya masih hidup sehat walafiat”

seorang temanku merasa hidupnya hampa. di tengah keramaian ia merasa kesepian seperti sebatang kara. mau cerita bingung bercerita ke siapa, mau curhat bingung mau mencurahkan ke siapa. Padahal, orang tuanya masih lengkap sehat walafiat, adik2nya pun masih satu rumah dengannya. dan aku rasa keluarganya bukan keluarga yg super sibuk banget. mereka masih sering punya waktu untuk berkumpul. Ternyata, eh ternyata….. ia ngga bisa bebas curhat karena sang Ibu orang yg panikan, kalau denger cerita2 yg kurang menyenangkan cepet sekali Ibunya naik darah tinggi. dibilang temperamental sih ngga juga, tapi cukup keras juga tipikalnya. ayahnya bersuara keras, sedang adik2nya ga jelas jadwal ada di rumahnya kapan. pantas saja temenku ini kesepian, merasa ga punya tempat curhat.

Jujur saja, aku kecewa dengan temanku itu. Seharusnya dia bersyukur. Ia masih memiliki Ibu Kandung yg Doanya Insya Allah Makbul, didengar Allah. Kalaupun ibunya panikan, seharusnya itu tidak bisa jadi alasan kalau curhat padanya ga asyik.

Sering aku iri melihat teman2ku yg kedua orang tua kandungnya terutama Ibu, masih ada. Sang Ibu yang selalu setia mendoakan anaknya, sang anak yang setiap hari bisa berjabat tangan mencium tangan dan pipi Ibu. Peluk kecup dan usapan lembut yg penuh kasih sayang yg tak pernah bosan darinya. Sapaan ringan nan sejuk, walau sekedar berucap “sudah makan belum?”, “gimana tadi kerjaannya?”, haah…….. betapa rindunya aku. Rindu pada mamaku tercinta.

Tak terasa sudah hampir 18 tahun aku berpisah dengannya. Semoga Allah melapangkan kuburnya, menerima segala amal ibadahnya, melindunginya, memberinya tempat terbaik, mengampuni dosa2nya, menyayangi dan menjauhkannya dari siksa kubur. Amiin ya Rabb. Walaupun belum lunas aku membayar semua kebaikanmu, aku selalu tetap mendoakanmu ma.

Bukan aku bermaksud ingin berandai2, bukan juga bermaksud ingin menggugatNya tentang ketetapanNya apalagi menyesali semua pemberianNya. aku sekedar ingin mencurahkan betapa sungguh aku kangen mama. aku berkhayal mencium tangan dan pipinya, aku berkhayal mama membalas mencium pipiku dengan penuh kasih sayang, mengelus rambut dan punggungku. ahh mama….. miss you so much.

Aku hanya ingin berbagi pada teman2, Sayangi dan hormatilah Ibumu sebelum kamu kehilangannya.

Komentar
  1. Diana Agustina mengatakan:

    Aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan, karena aku pun begitu…aku kehilangan ibuku.
    Aku setuju denganmu, kepada teman-teman yang masih mempunyai ibunda tercinta. Sayangi dan hormati beliau selayaknya seorang ibu..jika kalian tidak ingin menyesal seumur hidup karena telah menyia-nyiakan beliau pada saat masih hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s