Kamu kira Saya kira Kamu

Posted: Juni 22, 2009 in CurHat, dear Diary, JuSt sHaRin9, mY oWn sToRy, Tulisanku
Tag:, , ,

Awalnya daku nulis blog ini, bener2 ga ada niat untuk publikasi apapun. (padahal punya blog otomatis akan terpublikasi, jika mau. gimana sih!) daku menulis hanya jika mau menulis. ga ada target, ga ada mimpi, jadi cuma menulis sekedarnya hanya untuk mentransfer beban pikiran. sebelumnya daku nulis di atas kertas di manapun daku mau. tapi lama kelamaan was2 juga…dengan begitu banyak tumpukan kertas yang penuh dengan coretan hati daku. mau dibuang sayang. kalo ga dibuang khawatir dibaca orang. alhasil banyak juga yg daku buang/robek yg daku pikir tulisan tersebut sudah ga pantas lagi untuk diingat2, dan mungkin akan menyebabkan masalah klo dibaca org lain. sampai suatu ketika daku tertarik juga untuk nulis di blog. sekali lagi bukan bermaksud untuk publikasi. (padahal itu resiko menulis di blog). awalnya males2an, karena dulu belum terbiasa “curhat” langsung di layar kompi. tapi lama kelamaan, mengetik di depan layar lebih menyenangkan dan simpel dibanding nulis di atas kertas. belum lagi warna warni tampilan dan templete yg bisa dipilih dan diatur sesuai selera si empunya blog sendiri, makin membuatku terpikat untuk menulis di blog. sekali lagi, itu semua dilakukan hanya untuk kepuasan pribadi semata. sehingga, menulis pun klo lagi maunya saja. klo lagi ada mood. jadi ga masalah buatku apakah satu bulan terakhir aku bisa nge-post banyak atau tidak sama sekali. dan tidak peduli bagiku apakah blog ini dilirik orang atau tidak. Namun demikian, tetap saja daku tidak “lancar” menulis meski sudah berganti media. tidak semua hal yang daku rasakan dan pikirkan bisa tertuang dalam tulisan yang jujur. lebih banyak yang daku rekam sendiri dalam memori otak ini, atau sekedar bermonolog dengan diri sendiri. Alhasil, orang lain sering mengira daku melamun. Padahal diamnya daku ini sedang bicara dengan hati sendiri, dan melamunnya daku sesungguhya daku sedang berpikir. (Gilakah? Tidak! secara psikologis itu wajar, dan setiap orang pasti punya pengalaman yg sama seperti itu). Daku sadari, bahwa daku bisa lebih jujur pada diri sendiri saat daku bermonolog sendiri. Sedang klo daku menulis rasanya belum bebas dan terasa masih terbelenggu dengan kekhawatiran macam2 yg tak beralasan. Menulis buat daku itu seperti terapi. Terapi untuk lebih membuka perasaan dan pikiran ke yang lain (orang, tulisan, gambar atau yg lainnya) supaya lebih sehat dan lebih fresh. supaya otak ga kepenuhan, dan ga mumet. terlebih supaya ga Stress. Maklum daku ga terbiasa curhat ke orang.

Tapi akhirnya, secara ga sengaja….. menyenangkan juga klo ini blog ditanggapi oleh tetangga, ditambah jika bisa berbagi pengalaman. Alhasil, menulis blog tidak lagi untuk egoisme pribadi.

Lalu (nyambung dari sebelumnya), apakah kamu kira, laki2 lebih suka memendam perasaan dan pikirannya sendiri daripada wanita yg doyan curhat sana-sini??? Padahal itu ga ada sama sekali hubungannya dengan gender.

Ada juga diluar sana wanita yg ga suka curhat, justru si lelaki yg rame curhat sana-sini. dan tentu ada juga sebaliknya.

Ekstrovert & Introvert, mungkin itu yang membedakan. Ekstrovert sebagai sosok yg mudah bergaul, suka situasi rame dan senang menjadi pusat perhatian. sosok yang selalu terlihat riang, banyak teman dan ga bisa sendirian. Sudah pasti orang dengan karakter ini ga akan tahan klo ga curhat. dan daku jamin nih orang ga akan tahan lama2 duduk depan komputer hanya untuk sekedar chatting apalagi nulis di blog buat mencurahkan semua isi hatinya. Sebaliknya, Introvert itu kebalikan dari ekstrovert. Kebayang kan???? ga suka curhat, tapi bukan berarti pendiem. lebih seneng menyendiri daripada kumpul rame2. senang melakukan segala sesuatunya sendiri, tapi bukan berarti individualis/anti sosial, karena biasanya org introvert itu berperasaan halus, sensitif dan peka. sehingga sebenarnya mereka itu sangat sosial banget dan merasa terpanggil jika ada orang lain memerlukan bantuan. hanya saja, karena kekurangannya yg sulit bersosialisasi dengan orang, terkadang memyebabkannya ga tau harus berbuat apa.

Namun, orang introvert itu bisa menjadi sadar sendiri bahwa karakter mereka yg seperti itu, menyebabkannya menjadi sosok yg tidak punya banyak teman (kadang, bodo amat juga dg hal ini krn org macam ini bisa asyik menikmati dunianya sendiri tanpa org lain), sehingga dalam lingkungan pekerjaan karir mereka tidak secemerlang karirny org2 ekstrovert yg cepet berkembang naik maju pesat. Dan karena itulah…… untuk mengeliminir resiko2 tersebut, ada sebagian org2 introvert yg sehari2nya “memakai topeng” (bukan berarti bermuka dua). Ini berdasarkan pengakuan org yg mengaku dirinya introvert (bukan daku). Artinya dia berusaha mencoba untuk fleksibel di segala situasi. Kapan dia harus menjadi sosok seolah2 ekstrovert dan kapan dia menunjukkan asli sebenernya. Hal itu tentu lumrah…..

Mungkin sedikit cerita singkat diatas bisa menjadi pembukaan bahwa perilaku manusia bisa kita anggap sebegitu anehnya manakala kita tak mengetahui karakternya secara jelas, bahkan mungkin sekalipun menganggap diri sendiri yg aneh, karena belum mengenali sejatinya diri dia sendiri.

Lalu, bagaimana kamu?

(tulisan yg belum berujung dan masih gantung ….)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s