Merasa bersalah ); PLease, forgiVe me!!

Posted: Mei 31, 2009 in CurHat, dear Diary, JuSt sHaRin9, mY oWn sToRy, Tulisanku
Tag:, , , , , , ,

Ya Alloh…………. sungguh rasanya aku begitu bersalah sekali padanya. Dari mulai prasangka buruk ku hingga rasa tidak percaya pada ku padanya.

Ya Alloh………… ini sudah kesekian kali rasa bersalahku pada seorang makhluk. dulu dia lalu dia sekarang kamu.

Ya Alloh………… aku ingin minta maaf padanya, tapi bagaimana. semua jejaknya kuhapus, tak berani lagi ku hampiri.

Ya Alloh…………. sekiranya diberi kesempatan, sungguh aku ingin minta maaf atas salahku yg besar ini padanya. tapi aku tak tau harus bagaimana.

Ya Alloh…………. betapa jahatnya diri ini telah melukai perasaannya. Dan aku harap dia tidak berbalik marah padaku. Dan aku harap dia telah lupa akan cerita lalu itu, yang pasti pahit dan pilu (mungkin) baginya (pun bagiku)

Ya Alloh…………. sungguh tak tau harus apa dan bagaimana. Berharap ia mengetahui apa yg kurasa saat ini dan menerima permintaan maaf ku ini.

Ya Alloh…………. ajari aku bagaimana harus bersikap sekiranya akan ada pengalaman itu lagi, agar tak sampai melukai insan lain lagi.

Hai…. teman, telah lama kita tak bersua dan bercakap meski via udara. dimanapun kau berada, mohon terimalah maafku sebesar2nya. Atas segala prasangka burukku padamu hingga melahirkan ketidakpercayaan itu. (habiis…kau sih yang selalu memakai topeng sampai aku tak mengenali ASLI mu) sekiranya saja aku tau bagaimana kau sebenarnya, mungkin tak akan begini jadinya. Sungguh aku malu….. jika ku ingat kumpulan kata, barisan kalimat panjang yg pernah ku kirimkan padamu. karena semuanya bernada sindiran, karena siapa lagi yg kusindir kalau bukan kau. sungguh…. aku menyesal telah berpikiran dan bersikap demikian padamu. dan kenapa penyesalan itu selalu hadir belakangan.

Haaaaah……………ingin kulupakan tapi sulit tuk melupakan. apalagi ini menyangkut perasaan. perasaan orang yg pasti terluka. harus kubalas dengan apa untuk kutebus semua salahku?

Tentunya ini jadi pelajaran hidup buatku, tapi mengapa terus terulang dan terulang lagi. Mungkinkah karena aku yg tak pandai berteman? satu persatu teman hilang begitu saja hanya karena masalah perasaan seperti ini. Kenapa begitu cepatnya? sungguh kalau sudah begitu aku tak bisa bersikap apa2.

Seandainya kau lebih serius, mungkin aku pun bisa menganggapmu serius. Seandainya kau bisa dewasa sedikit, mungkin aku bisa menerima semua keanehanmu dengan sepenuh hati tanpa tanda tanya besar. Seandainya tak secepat itu kau utarakan, mungkin tak akan begini jadinya.

Terlalu cepat kau memutuskan, karena terlalu sok taunya kau menelanjangiku semaumu hingga kau pikir mungkin aku kan mau. Atau mungkin karena saat itu kau sedang dirundung kesepian yang amat dalam hingga kau merasa butuh teman, sampai kau berani menembakan senapan itu, tapi sayang pelurunya tak kena sasaran dan entah nyasar kemana.

Haaah…………….. kalau sudah begini siapa yang salah. sungguh tidak ada niat dariku untuk memutuskan tali silaturrahim padamu sedikitpun. hanya saja, memang aku agak khawatir, setiap kali teringat kau, ingin lari saja……, padahal kau hanya ada dalam pikiranku. bukan di depan mataku.

Saat aku terbang di udara pun kau tak pernah tampak lagi. entahlah…. tapi aku yakin itu karena kau ingin menghindar dariku. atau mungkin karena kau tertutup kabut awan tebal, hingga begitu sulitnya berjumapa. sayangnya aku tak tau apa alasanmu sebenarnya begitu. Malu karena tembakan yg nyasar itu? atau Marah karena tembakan itu tak teralamat padaku? atau yg lainnya entahlah………..

Tapi jujur… aku sedih. bukan sedih karena tak pernah lagi bicara dengan kau. tapi sedih kenapa semuanya berakhir dengan tidak menyenangkan seperti ini.

Teman, kau lebih pantas menjadi adikku, ketimbang partner. aku sungguh menghargaimu dan sungguh berterima kasih atas kesediaanmu  menjadi temanku walau cuma beberapa waktu. berterima kasih atas kekonyolanmu yg sempat menghiasi beberapa malamku. (meski terkadang ga meaningful banget dan ga jelas…abis). berterima kasih karena masih ada yg pengen tau diriku, sampai2 kau sok tau menerjemahi semua tentangku dengan telepati versimu.berterima kasih karena masih ada yang berharap padaku.

Teman,,,,,, sungguh mohon maaf. peace…….!

Komentar
  1. Rahmat Kedai mengatakan:

    Nice ^^b..
    Tapi yang menggangguku tulisan “Allah” nya, itu bukan “Alloh” tapi “ALLAH”!!!!!!!!!!!!!!

    Kedai

  2. galuh mengatakan:

    so impresive…..
    ktny nyentuh hatiq bgt tpi bkin q sadar mkin q trllu parannoid trhdp cwo aq
    sat ni q lg krisis kpercyaan ma cwoq
    btapa tersiksany pcaran jarak jAuh mmndam rindu yg sgt dlm….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s