Saat Kakak diLangkahi Adik Laki2nya

Posted: Februari 1, 2009 in CurHat, dear Diary, JuSt sHaRin9, mY oWn sToRy
Tag:, , ,

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Rasanya tenang dan tentram sekali pikiran dan perasaan yang sebelumnya semrawut bak benang kusut.

Astaghfirullah…. Masya Alloh….. atas segala apa yang aku pikir dan rasa sebelumnya hingga konflik kecil tersebut terjadi antara aku dan dia.

Sungguh ya Rabb, dari hati yang paling dalam sebenernya daku ikhlas saja dan rela bila dilangkahi. Daku jadi inget waktu pertama kali dia mengutarakan keinginannya jika saja dia menikah duluan. dengan spontan aku bilang, ” ya, gapapa.” enteng banget jawabnya. dan jawaban tersebut keluar tanpa pikir panjang. tanpa memikirkan perasaan sendiri. Entah, apa karena daku begitu naifnya, atau begitu besar dan lapangnya hati, entahlah…… serasa ga masalah. Bahkan saat itu orang tua yang bersikeras melarang, bahwasanya harus kakak pertama yang duluan menikah. tidak boleh dilangkahi. klo dilangkahi nanti si kakak akan begini akan begitu…. yang membuat aku ga tahan dengernya. karena begitu takhayul….tapi cukup menakutkan juga. lalu, apa yg terjadi kemudian?? daku nangis. daku nangis karena mereka malah melarang seorang yang hendak menikah. padahal nikah itu ibadah. ditambah malam itu, sebenernya daku sama sekali ga bermaksud bicara menggurui mereka, tapi sekedar basa-basi tentang keinginan adik tersebut. tapi dari kedua orang tua rupanya tidak mendukung. Hatiku sedih saat itu. langsung saja masuk kamar. sambil menangis sejadi-jadinya. menangisi adik yang terhalang keinginannya utk menikah. hanya karena daku. saat itu aku membayangkan betapa sedihnya jika saja aku yang dihalang2i utk menikah. jadi, daku pun tak mau menghalanginya. Beberapa saat kemudian bapak sepertinya tau klo aku sedih. beliau langsung ke kamarku, dan bilang jangan terlalu dipikirin keinginan dia tersebut. nikah ga semudah yg dia bayangkan. begitu beliau berkata. dari sini sepertinya sudah terjadi missunderstanding. salah paham. sepertinya bapak mengira klo aku sedih karena adik yg berkeinginan melangkahi, padahal saat itu tidak sama sekali. dan sepertinya mereka tidak mau aku dilangkahi karena khawatir dengan perasaan ku nantinya. padahal………perasaanku tidak seperti yg mereka pikir saat itu.

Namun, setelah waktu berganti….. hatiku gak karu-karuan. condong entah kemana. sepertinya pikiran dan perasaanku seperti di awal, berangsur2 berubah. terkontaminasi. aku jadi kemakan omongan orang2 di luar. yang berkata ini itu, begitu menakutkan. pandangan mereka begitu membuat aku seperti terhipnotis. aku pun gamang hingga kemudian berubah pikiran. Yang pada awalnya, aku tak permasalahkan bila dilangkahi, akhirnya aku tegaskan padanya kalau hati ini belum 100% menerima dengan rela dan ikhlas. Padahal, jujur saja hati kecil yg paling dalam ini ga bisa dibohongi…sebenernya aku rela pada dasarnya, tapi entah kenapa aku seperti buta. Bukankah aku tau…. kalau itu hanya mitos, kepercayaan dan bentuk takhayul orang2 zaman dulu, yang tidak sesuai dengan syariah islam, tidak pernah Alloh dan RasulNya mengajarkan demikian, bahwa anak pertama harus menikah terlebih dulu daripada adiknya. Bukankah urusan jodoh Alloh yang mengatur? semuanya akan berjalan sesuai skenarioNya. Tapi hal2 tersebut tetap saja tidak melunakan hati ini. hati ini begitu keras membatu, panas, ingin menangis saja klo mengingatnya. Berat sekali rasanya untuk menerima semua ini. Jika andai hal tersebut harus terjadi.

Dan akhirnya, setelah pergulatan panjang…… setelah aku mencoba berusaha untuk menyingkirkan egoku sendiri, aku pun bisa berpikir lebih dewasa dan bijaksana. berpikir tanpa penuh emosi. berpikir yang rasional dan sesuai tuntunanNya. Tentu saja aku meminta fatwa hati ini. hati kecil yang paling dalam yang ga bisa aku bohongi. Dan pada akhirnya, insya Alloh aku tau jawabannya….. lega sekali rasanya sekarang, tanpa beban, tanpa emosi yang membuncah-buncah, dan berharap semoga tetap istiqomah dengan pendirian ini.

Wahai adik…. Insya Alloh aku izinkan kau mendahuluiku dalam menggenapkan separuh dienmu. Tidak akan aku halangi. Karena aku tak berhak mengatur2 kapan kau bertemu dengan bidadari hatimu. Karena Allohlah yang berhak mengatur semua itu. Doakan, semoga kakakmu ini bisa segera menyusulmu. Bisa dimantapkan hati untuk berani melangkah menuju masa depan yang penuh berkah.

wallahua’lam

Komentar
  1. wedeye mengatakan:

    Jodoh bukan matematika yang bisa dihitung secara pasti kapan datangnya dan dipastikan yang lebih tua lebih dulu mendapat jodoh.
    Jodoh adalah rahasia Tuhan yang hanya Tuhan sendirilah yang tahu, manusia hanya menjalani saja.
    Tenang aja dan nikmati hidup ini karena jodoh akan datang dengan sendirinya pada saat yang tepat. Semua akan menjadi indah pada waktunya.

    Aku juga dilangkahi adikku, bahkan dia sekarang udah punya 1 anak umur 4 tahun dan aku sendiri sampe sekarang masih menikmati hidup sebagai single. Sedikitpun aku gak pernah merasa sedih karena dilangkahi tapi justru bersyukur karena aku bisa lebih menikmati hidup dari pada adikkku. Aku bisa lebih punya banyak waktu untuk travelling, mewujudkan impian masa kecilku dan lebih bisa membantu ortu karena kalau sudah merit kebanyakan gak bisa lagi bantu ortu. Itu kepuasan tersendiri yang tidak ternilai.

  2. fifi warlinda mengatakan:

    aku juga akan menghadapi kenyataan itu sekarang,,gak lama lagi adik laki2 ku manikah dengan pacar nya. aku tak tau harus bilang apa. untung nya aku hidup terpisah dengan orang tua. jadi aku tidak terlalu pusing mikiran itu semua.mikrin gosip2 tetangga. aku yakin ini yang terbaik untuk aku. aku masih muda dan masih banyak impian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s