(Renungan untuk Ikhwan-Akhwat Pengguna Facebook) Akhi… Apa Susahnya Kau Hapus Akhwat dari Friendlist Facebookmu?

Akhi… Apa Susahnya Kau Hapus Akhwat dari Friendlist Facebookmu?

sumber:
http://alashree.wordpress.com/2009/11/01/akhi-apa-susahnya-kau-hapus-akhwat-dari-friendlist-facebookmu/

November 1, 2009 — أبو محمد العصري[Renungan untuk Ikhwan-Akhwat Pengguna Facebook: bagian I]

alashree.wordpress.com

Penyusun: Abu Muhammad Al-Ashri

Muraja’ah dan koreksi ulang: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar

.

Akhi…

Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salafi, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. ‘Kan kita jumpai pula indahnya penjagaan diri mereka dari aib dan maksiat. Merekalah orang-orang yang paling bersegera menjauhi maksiat. Bahkan, sangat menjauh dari sarana dan sebab-sebab yang mendorong kepada perbuatan maksiat.

Bila kita membaca kehidupan anak-anak atau para remaja di masa salaf, niscaya kita dapati mereka adalah darah-darah muda yang tampak kecintaannya terhadap din, semangatnya dalam membela al-haq, dan sikap bencinya kepada perbuatan dosa. Maka, kita dapati mereka di usia muda, sudah memiliki hafalan Al-Qur’an, semangat yang besar untuk berjihad, dan kecerdasan yang menakjubkan.

Sebaliknya, sungguh sangat sedih hati ini. Tidakkah kita merasakan bahwa kaum muslimin saat ini terpuruk, terhina dan tidak berdaya di hadapan orang-orang kafir, padahal jumlah kita banyak? Lihatlah diri kita! Bandingkan diri kita dengan para pemuda di masa salaf! Akhi… saya, antum, kita semua pernah bermasiat. Namun, sampai kapan kita bermaksiat kepada-Nya?

.

Saya tidak mengharamkan antum berdakwah kepada wanita, karena Nabi pun berdakwah kepada wanita!

Saya pun tidak mengharamkan muslim atau muslimah memanfaatkan facebook, karena untuk mengharamkan sesuatu membutuhkan dalil.

Siapa yang melarangmu mendakwahi mereka akhi…?

Bahkan, dulu kumasih berprasangka baik padamu bahwa kau ‘kan dakwahi teman-teman lamamu, termasuk para wanita itu…

Namun, yang terjadi adalah sebagaimana yang kau tahu sendiri…

Tak perlu kutulis…

Karena kau pasti tahu sendiri…

.

Catat! Tak kubuka friendlist FB-mu karena aku tak mencari-cari aibmu…

Namun, tidakkah kau sadar bahwa FB itu sangat-sangat terbuka?

Hingga dirimu sendiri yang tak sadari…

Bahwa tingkah lakumu pada para akhwat itu,

Dapat dilihat kawan-kawanmu yang lain, termasuk diriku…

Yang inilah sebab yang mendorongku menorehkan pena dalam lembaran-lembaran ini…

Duh….

Betapa sering Allah menutupi aib seorang hamba…

Namun dirinyalah sendiri yang membongkar aibnya…

.

Ya Allah…

Kuadukan kesedihan hatiku ini hanya kepadaMu…

Hanya kepadaMulah kuserahkan hatiku…

Mudah-mudahan Kau mendengar doaku…

Dan Kau maafkan kesalahan kawan-kawanku itu…

Di samping ku terus berhadap agar Kau pun maafkan diriku…

.

Akhi…

Pernahkah kau baca firman Allah yang menyinggung “mata yang berkhianat”?

Baiklah, kita periksa kembali. Allah berfirman dalam surat Al-Mukmin: 19

يعلم خاينة الأعين

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang berkhianat

Nah, apakah yang dimaksud dengan mata yang berkhianat itu? Akhi, sesungguhnya Al-Qur’an itu turun di masa para shahabat. Shahabat Nabilah yang paling mengerti makna Al-Qur’an karena mereka hidup bersama Nabi, langsung mendapat bimbingan dan pengarahan Nabi. Maka, kini kan kubawakan tafsir Ibnu Abbas, sebagai hadiahku untukmu.

Akhi ingat kan siapa Ibnu Abbas? Na’am! Dia adalah ahli tafsir dari kalangan shahabat Nabi. Kudapatkan tafsir ini dari Abul Faraj Al-Jauzy (Ibnul Jauzy), dalam kitab beliau,ذم الهوى. Ibnu Abbas berkata

الرجل يكون في القوم فتمر بهم المرأة فيريهم أنه يغض بصره عنها فإن رأى منهم غفلة نظر إليها فإن خاف أن يفطنوا إليه غض بصره وقد اطلع الله عز وجل من قلبه أنه يود أنه نظر إلى عورتها

“Seseorang berada di tengah banyak orang lalu seorang wanita melintasi mereka. Maka, ia memperlihatkan kepada kawan-kawannya bahwa IA MENAHAN PANDANGANNYA DARI WANITA TERSEBUT. Jika ia melihat mereka lengah, ia pandangi wanita tersebut. Dan jika ia khawatir kawan-kawannya memergokinya, ia menahan pandangannya. Padahal, Allah ‘azza wa jalla mengetahui isi hatinya bahwa ia ingin melihat aurat wanita tersebut .”

.

Camkan itu akhi…!

Kita sudah lama mengenal Islam…

Kita sudah lama ngaji…

Apakah seseorang yang sudah lama ngaji pantas seperti itu?

Inginkah akhi dikenal manusia sebagai pemuda yang shalih…

Yang senantisa menundukkan pandangan di alam nyata…

Namun kau berkhianat dengan matamu…

Kau tipu kawan-kawanmu yang berprasangka baik kepadamu…

Tidakkah ‘kau malu kepada Allah…

Yang melihatmu di kala tiada orang lain di sisimu selain laptopmu, komputer, atau HP-mu?

Yang dengan laptopmu kau bisa pandangi wanita sesuka hatimu…?

Yang komputermu  kau bisa sapai mereka sepuasmu..?

Yang HP-mu kau bisa berbincang-bincang dengan mereka sekehendakmu…?

.

Akhi…

Janganlah ‘kau marah padaku…

Marahlah pada Ibnu Abbas jika kau mau…

Karena dialah yang menjelaskan arti mata khianat kepadaku…

.

Akhi…

Jika kau malu bermaksiat di hadapan kawan-kawanmu, apalagi di hadapan para wanita itu…

Ketahuilah bahwa

قلة حيائك ممن على اليمين وعلى الشمال وأنت على الذنب أعظم من الذنب

Sedikitnya rasa malumu terhadap siapa yang berada di sebelah kanan dan sebelah kirimu, saat kamu melakukan dosa, itu lebih besar daripada dosa itu sendiri!”

Eits… sebentar akhi, jangan marah dulu. Itu di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan Ibnu Abbas! Silakan lihat di ذم الهوى halaman 181.

.

Akhi…

Apakah engkau masih sempat-sempanya tertawa, melempar senyum pada akhwat itu, meski sebatas:

simbol ^__^

atau kata-kata: xii…xiii..xii..,

atau: hiks..hiks…hiks…,

atau: hiii..hi..hi..,

atau: ha..ha..ha…,

atau: so sweet ukhti…,

 

atau sejenisnya yang kau tulis di wall-wall atau ruang komentar Facebook para akhwat itu!

Maka, Ketahuilah bahwa

وضحكك وأنت لا تدري ما الله صانع بك أعظم من الذنب

Tertawa saat kamu tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadapmu, ITU LEBIH BESAR DARIPADA DOSA ITU SENDIRI!”

dan juga

وفرحك بالذنب إذا ظفرت به أعظم من الذنب

Kegembiraanmu dengan dosa ketika kamu melakukannya, ITU LEBIH BESAR DARIPADA DOSA ITU SENDIRI”

Afwan akhi jika antum mulai emosi (semoga tidak). Jangan lihat saya karena dua kalimat di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan Ibnu Abbas pula, afwan.

.

Akhi…

Kalau antum masih bermudah-mudahan dalam berfacebook ria dengan para wanita itu,

Ketahuilah bahwa antum adalah pengecut!

Karena kalau kau berani, kau kan temui ayahnya dan kau pinang dirinya…

Kalaupun hartamu tidak mendorongmu untuk itu…

Kau tetap pengecut karena kau hanya “tunjukkan perhatian”…

Sementara kau tidak berani “maju melangkah”…

Jika kau mampu tahan pandanganmu dari “bunga-bunga” facebook itu, barulah kau ini seorang pemberani!

Sabar dulu akhi, jangan marah dulu. Siapa saya? Saya ini masih sama-sama belajar seperti antum, atau malah saya masih tergolong anak “baru ngaji”. Namun, mohon jikalau akhi menolak ucapan saya, perhatikanlah untaian kata yang dikutip Ibnul Jauzi di bawah ini..

ليس الشجاع الذي يحمي مطيته … يوم النزال ونار الحرب تشتعل

لكن فتى غض طرفا أو ثنى بصرا … عن الحرام فذاك الفارس البطل

Pemberani bukanlah orang yang melindungi tunggangannya

Pada saat peperangan, ketika api berkobar

Akan tetapi, pemuda yang menahan padangannya dari yang diharamkan

Itulah prajurit yang ksatria!

 

Akhi…

Sekali lagi, kalau kau tersinggung dengan ucapanku. Mohon janganlah kau lihat siapa saya, kawanmu ini. Saya tidak ada apa-apanya. Namun, sekali lagi, kumohon lihatlah siapa orang yang perkataannya kuhadirkan padamu. Salaf memberi nasehat kepada kita dengan untaian katanya di bawah ini:

فتفهم يا أخي ما أوصيك به إنما بصرك نعمة من الله عليك فلا تعصه بنعمه وعامله بغضه عن الحرام تربح واحذر أن تكون العقوبة سلب تلك النعمة وكل زمن الجهاد في الغض لخطة فإن فعلت نلت الخير الجزيل وسلمت من الشر الطويل

“Pahamilah wahai saudaraku apa yang aku pesankan kepadamu…

Penglihatanmu tidak lain adalah nikmat dari Allah atasmu…

Janganlah mendurhakai-Nya dengan menggunakan nikmat-Nya….

Perlakukanlah penglihatan tersebut dengan menahannya dari yang haram,

Maka kamu beruntung.

Jangan sampai engkau mendapat sangsi berupa hilangnya kenikmatan itu.

Waktu berjihad untuk menahan pandangan adalah sejenak.

Jika kau melakukannya, kau ‘kan dapatkan kebaikan yang banyak,

dan selamat dari keburukan yang panjang.”

[lihat ذم الهوى , karya أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي, hal. 143 ]

Akhi…

Sekali lagi, demi Allah, saya tidak melarangmu untuk berdakwah, termasuk dakwah kepada wanita. Sudah kuterangkan di atas bahwa Nabi pun berdakwah kepada wanita.

Namun, wahai akhi…

Antum memiliki kewajiban yang besar sebelum antum berdakwah, yaitu ilmu! Sudahkah kita berdakwah dengan ilmu? Akhi ini kutujukan pula untuk diriku: Manakah waktu yang lebih banyak kita habiskan? Mendakwahi wanita itu, atau waktu kita dalam mengikuti majelis ilmu? Silakan kita jawab sendiri.

.

Akhi…

Laki-laki memang tidak dilarang bahkan bisa diwajibkan mendakwahi wanita, sebagaimana yang Nabi dan para shahabat lakukan…

Namun, mendakwahi mereka tidak harus lewat facebook kan? Antum bisa membuat blog/webiste yang dari situ antum bisa menulis risalah. Antum bahkan bisa berbicara di alam nyata jika diperlukan, selama tidak ada khalwat. Namun, tidakkah kita ingat bahwa para shahabat menimba ilmu dari istri Nabi tidak berhadapan langsung, tetapi di balik tabir?

Jika ingin berdakwah, antum bisa menukilkan artikel bermanfaat, lalau kau cantumkan di facebookmu.. Antum juga bisa membuat page, atau grup yang dengannya kau bisa kirimkan artikel kepada kaum muslimin atau muslimah sehingga bisa membaca nasehatmu. Itu saja! Lalu kau log-out dari FB. Selesai kan? TANPA KITA HARUS MELIHAT-LIHAT LAWAN JENIS dan berbincang-bincang dengannya.

Akhi… di saat antum akan mendakwahi wanita, di saat itu pula antum harus menjaga diri antum untuk jauh.. menjauh sejauh-jauhnya dari pintu fitnah!

Tidak ingatkah akhi bahwa para shahabat ketika ingin menimba ilmu kepada para istri nabi, mereka lakukan di balik tabir? Di balik tabir akhi…! Bukan melihat wajah-wajah wanita yang kau add di facebookmu itu!

.

Akhi…

Jangan kau anggap ini kaku. Kalau akhi tidak percaya. Silakan periksa sendiri. Demi Allah, silakan periksa sendiri para akhwat teman-teman lama antum ketika di SLTP / SMU dulu, termasuk di kampusmu  yang kau add di FB-mu.

Berapa di antara mereka yang menerima nasehatmu dalam praktik yang nyata?

Hingga para akhwat tersebut memakai hijabnya…

Menutupi wajahnya dari pandanganmu…

Meninggalkan maksiat-maksiat karena menrima nasehatmu..

Atau akhwat-akhwat itu hanya katakan,

“Subhanallah akhi…,

bagus sekali nasehatnya….,

izin share ya….

Saya di-tag dong…

Kok ana tidak di-tag akhi…?

Makasih ya bang telah di-tag…

Jangan bosan-bosan nasehatin ana…”


Bah! Jangan terburu-buru kau biarkan hatimu berbunga-bunga dengan kata-kata di atas akhi, karena

و خلق الإنسان ضعيفا

“Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”

(Q.S. An-Nisa’: 28)

maka ingatlah bahwa jika akhwat itu bisa berkata-kata lembut kepadamu, padahal dia bukan istrimu, tentu dia pun akan bersikap demikian pada laki-laki lain, selain dirimu!

أفق يا فؤادي من غرامك واستمع … مقالة محزون عليك شفيق

علقت فتاة قلبها متعلق … بغيرك فاستوثقت غير وثيق

Sadarlah wahai hati dari kasmaranmu, dan dengarkan!

Ucapan kesedihan dan kasihan kepadamu…

Kamu terpikat dengan gadis yang hatinya terpikat dengan selainmu!

.

Akhi….

Sebelum kau terpukau dengan gaya bahasa para akhwat itu, ingatlah bahwa  Nabi memberikan peringatan kepada kita

ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء

”Aku tidak meninggalkan sepeninggalku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki ketimbang wanita”

[ H.R Bukhari dan Muslim ]

.

Akhi…

Apakah kau tidak merasakan kesedihan sebagaimana yang kurasakan? Akhi… Bagaimana mata ini tidak mengalir di saat kita baca pesan istri Nabi, Aisyah, berkata,

لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء اليوم لنهاهن عن الخروج أو حرم عليهن الخروج

“Seandainya Rasulullah melihat apa yang diperbuat kaum wanita pada hari ini, niscaya beliau melarang mereka keluar rumah atau mengharamkan mereka keluar rumah

[lihat beserta sanadnya di  ذم الهوى , karya أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي, hal. 154][1]

Ya.. Allah, ‘afallahu ‘anhunna

.

Akhi… Kapan Aisyah (radhiyallahu ‘anha) mengatakan demikian? Kapan…? Kapan…? Lebih dari seribu tahun yang lalu, akhi, di saat Islam masih di puncak kejayaannya, di saat para shahabat yang menerima langsung pengajaran nabi masih hidup.

.

Duhai Ibunda, Aisyah….

Kau katakan demikian…

di kala Nabi belum lama wafat meninggalkan dirimu…

di kala para shahabat terbaik masih hidup di antaramu..

Kau katakan demikian…

di kala para wanita masih tutupi dirinya dengan hijab kemuliaan

Aku tahu tak tahu apa yang ‘kan kau katakan…

Jika kau hidup di masa kami…

Di saat kami tenggelam dalam kotornya dunia…

Di saat manusia menghiasi dirinya dengan tipisnya rasa malu…

Di saat kaum wanita ceburkan dirinya dalam alam tabu…

.

Maka, demikian pula Engkau wahai saudariku muslimah! Jikalau tulisan ini sampai kepadamu, mengapa tidak kau katakan kepada kami, para laki-laki, suatu ucapan yang kami justru bangga mendengarnya jika kau ucapkan:

إليك عني! إليك عني! … فلست منك و لست مني

Menjauhlah kau dariku…! Menjauhlah kau dariku…!

Karna aku bukan milikmu…

Dan kau pun bukan bagian dari ku…

Ya ukhti…

Mengapa mau add, atau kau terima permintaan pertemanan facebook dengan para laki-laki, sementara ia bukan milikmu?

Belumkah kau ketahui tahu bahwa

إن الرجال الناظرين إلى النساء

مثل السباع تطوف باللحمان

إن لم تصن تلك اللحوم أسودها

أكلت بلا عوض و لا أثمان

Laki-laki ketika melihat wanita…

Seperti bintang buas ketika melihat daging…

Jika daging-daging itu tidak disimpan dengan rapi…

Ia ‘kan dibabat tanpa konpensasi apapun dan tanpa harga…

.

Ya ukhti…

Belumkah sampai kepadamu pesan Nabi kita?

يا معشر النساء تصدقن وأكثرن الاستغفار فإني رأيتكن أكثر أهل النار

Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar! Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni mayoritas di neraka.

(H.R. Muslim: 132)

Wahai ukhti…

Tidakkah kau ingat bahwa kau pun diperintah untuk menahan pandanganmu?

وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها وليضربن بخمرهن على جيوبهن

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka! Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka! Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka!”

(Q.S. An-Nuur: 31)

—bersambung—

Ahad, 14/11/1430 – 1 November 2009

Ba’da shuhuh yang cerah di Masjid Al-‘Ashri,

Menjelang dimulainya kajian kitab Al-Irsyad ila Shahihil I’tiqad

.

CATATAN KAKI:


[1] Terdapat riwayat dari Aisyah yang mirip dengan atsar di atas, yaitu dalam shahih Muslim (cetakan دار إحياء التراث العربي – بيروت Juz I, hal. 445, hadits nomor 144):

 

عن عمرة بنت عبدالرحمن أنها سمعت عائشة زوج النبي صلى الله عليه وسلم تقول

: لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء لمنعهن المسجد كما منعت نساء بني إسرائيل قال فقلت لعمرة أنساء بني إسرائيل منعن المسجد ؟ قالت نعم

lihat pula lafadz ini dalam :

  1. Musnad Ahmad bin Hambal (cetakan مؤسسة قرطبة – القاهرة ) Juz VI, hal. 193, hadits nomor 25.651
  2. Musnad Ishaq bin Rahwiyah (cetakan  مكتبة الإيمان – المدينة المنورة), Juz II, hal. 148, hadits nomor 639; dan Juz II, hal. 426, hadits nomor 897.

Pengumuman Lowongan CPNS PEMDA DKI 2009 (update)

PENGUMUMAN
Nomor : 1 TAHUN 2009
Dalam rangka mengisi lowongan formasi Pegawai Negeri Sipil Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2009. Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta membuka kesempatan untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Formasi
B. Persyaratan Pelamar
C. Tata Cara Pendaftaran / Lamaran
D. Proses Seleksi
E. Jadual Pelaksanaan
F. Tempat Pelaksanaan
G. Ketentuan Lain-lain
Contoh Amplop dan Map Lamaran
selengkapnya klik:

http://www.rekrutmen.jakarta.go.id/dmisc/penerimaan_cpns.aspx

???

hanya ada satu kata tersisa sekarang. Cape…… banget! tapi tetep pengen melek baca ini baca itu. kekeh sumekeh. ngoyo banget sih jadi orang….. hmm

Renungan Hati

Aku minta kepada Allah setangkai bunga, Dia beri aku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat. Aku sedih, kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini. Tapi suatu hari, kaktus itu berbunga sangat indah, ulatpun berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita harap, tapi Allah memberi apa yang kita perlukan. Walau terkadang sedih, kecewa dan terluka, tapi jauh di atas segalanya Dia sedang merajut yang terbaik untuk kita (dari sebuah blog yg sy lupa alamatnya)

Lowongan Sekretariat Negara RI 2009 (Update)

PENGUMUMAN
Nomor  Peng/08/Setneg/D-2/09/2009

TENTANG

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL SEKRETARIAT NEGARA RI
TAHUN 2009

Dalam rangka mengisi lowongan formasi CPNS Tahun Anggaran 2009, sebagaimana ditetapkan dengan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 269 Tahun 2009, tanggal 9 September 2009, Sekretariat Negara RI membuka kesempatan bagi Warga Negara Republik Indonesia yang berminat menjadi CPNS di lingkungan Sekretariat Negara RI, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Formasi Jabatan dan Kualifikasi Pendidikan yang dibutuhkan:

NO. FORMASI JABATAN KODE JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN JUMLAH FORMASI
JENJANG JURUSAN KODE JURUSAN

1

2

3

4

5

6

7

1.

Perancang Peraturan Perundang-undangan 10001 Sarjana (S1) Hukum Ekonomi/Bisnis 1001

1

2.

Analis Kebijakan 10002 Sarjana (S1) Ekonomi Studi Pembangunan 2001

2

Sarjana (S1) Hukum 1002

2

3.

Analis Kelembagaan 10003 Sarjana (S1) Hukum Administrasi Negara/Tata Negara 1003

1

4.

Analis Perjanjian dan Proyek Kerjasama Teknik Luar Negeri 10004 Sarjana (S1) Hukum Internasional 1004

1

5.

Analis Kepegawaian 10005 Sarjana (S1) Administrasi Negara 3001

1

6.

Perencana 10006 Sarjana (S1) Ekonomi Manajemen 2002

1

7.

Penata Laporan Keuangan/ Verifikator Keuangan 10007 Sarjana (S1) Akuntansi 4001

4

Sarjana (S1) Manajemen Keuangan 5001

1

Diploma III Akuntansi 9001

3

8.

Pengolah Verbatim 10008 Sarjana (S1) Bahasa/Sastra Inggris 6001

1

9.

Petugas Protokol 10009 Sarjana (S1) Komunikasi 7001

1

Diploma III Administrasi Perkantoran 1101

1

Diploma III Komunikasi Humas 1201

1

Diploma III Bahasa Inggris 1301

2

Diploma III Manajemen Keuangan 1401

1

10.

Auditor 10010 Sarjana (S1) Akuntansi 4001

1

11.

Pranata Komputer 10011 Sarjana (S1) Manajemen Informatika/Teknik Informatka/Sistem Informasi 8001

3

Diploma III Manajemen Informatika/Teknik Informatka/Sistem Informasi 1501

4

12.

Sekretaris/Pramuacara 10012 Diploma III Sekretaris 1601

3

13.

Operator Audio Visual 10013 Diploma III Komunikasi Penyiaran (Broadcasting) 1701

1

14.

Arsiparis 10014 Diploma III Kearsipan 1801

2


2.    Persyaratan pelamar:
a.     Persyaratan umum:

  • 1) Warga Negara Indonesia;
  • 2) Berusia maksimum 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir pada tanggal 1 Desember 1974 atau sesudahnya);
  • 3) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • 4) Memiliki integritas yang tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • 5) Tidak berkedudukan sebagai Calon/PNS, Calon/Anggota TNI/Polri;
  • 6) Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik;
  • 7) Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/TNI/Polri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  • 8) Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan;
  • 9) Memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan (jenjang dan jurusan) yang sesuai dengan lowongan formasi jabatan;
  • 10) Berkelakuan baik;
  • 11) Sehat jasmani dan rohani.


b.    Persyaratan Khusus:

1) Ijazah pelamar yang diakui yaitu ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang telah mendapat akreditasi atau ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Luar Negeri, yang telah mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Depdiknas.
2) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bagi pelamar berijazah:
a) Sarjana (S1) minimal 2,75 (dua koma tujuh lima);
b) Diploma III (DIII) minimal 2,75 (dua koma tujuh lima).

3.    Pendaftaran:
Pelamar diharuskan datang sendiri ke Gedung Pusdiklat, Sekretariat Negara RI, Jl. Gaharu I, No. 1, Cilandak Barat, Jakarta Selatan pada hari Selasa s.d. Jumat, tanggal 6 s.d. 9 Oktober 2009, pukul 08.30 – 15.00 WIB, untuk mengisi dan menyerahkan kembali formulir pendaftaran yang disediakan, dengan melampirkan dan menyerahkan:

  • a) Surat lamaran yang ditulis tangan dan ditandatangani sendiri oleh pelamar dengan menggunakan tinta hitam, ditujukan kepada Ketua Tim Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Negara RI Tahun 2009;
  • b) Foto copy Ijazah dan transkrip nilai akademik yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang;
  • c) Foto copy bukti identitas diri (KTP/SIM).


4.    Seleksi Administrasi:

  • a. Panitia akan melakukan seleksi administrasi terhadap formulir pendaftaran dan berkas lamaran dengan melakukan pemeringkatan berdasarkan nilai IPK;
  • b. Jumlah pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebanyak-banyaknya 25 x jumlah lowongan formasi berdasarkan peringkat nilai IPK tertinggi;
  • c. Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, akan diumumkan melalui situs internet resmi Sekretariat Negara www.setneg.go.id dan Papan Pengumuman di Gedung Pusdiklat, Sekretariat Negara RI, Jl. Gaharu I, No. 1, Jakarta Selatan, pada hari Selasa, tanggal 13 Oktober 2009.


5.    Pengambilan Kartu/Tanda Peserta Ujian:

Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, diharuskan  datang sendiri pada hari Rabu s.d. Kamis, tanggal  14 s.d. 15  Oktober 2009, pukul 08.30 – 15.00 WIB di Gedung Pusdiklat, Sekretariat Negara RI, Jl. Gaharu I, No. 1, Jakarta Selatan, akan diberikan Kartu/Tanda Peserta Ujian, dengan membawa kartu identitas diri (KTP/SIM).

6.    Materi dan Jadwal Ujian:
a.    Materi Ujian, meliputi:
1)  Tes Kompetensi Dasar (TKD), terdiri dari:
a)  Tes Pengetahuan Umum (TPU);
b)  Tes Bakat Skolastik (TBS);
2)  Tes Bahasa Inggris;
3)  Psikotes (tertulis dan wawancara).

b.    Jadwal Ujian akan diberitahukan kemudian.

7.    Lain-lain:
a. Pelamar/peserta seleksi, tidak dipungut biaya;
b. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seluruh proses seleksi tetapi mengundurkan diri diwajibkan mengganti biaya yang telah dikeluarkan panitia sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah);
b. Keputusan Tim Pengadaan CPNS Sekretariat Negara RI Tahun Anggaran 2009 bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Jakarta, 16 September 2009
TIM PENGADAAN CALON PEGAWAI  NEGERI SIPIL
SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2009

KETUA

ttd.

BAMBANG PRAJITNO, S.H., M.M.

Lowongan CPNS BPOM 2009 (Update)

CPNS POM 2009 PE N G U M U M A N
Nomor : KP.00.02.242. 3434 7090
TENTANG
PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI TAHUN 2009

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 276 Tahun
2009 tanggal 9 September 2009 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Badan
Pengawas Obat dan Makanan Tahun Anggaran 2009, diumumkan sebagai berikut :

Formasi Penerimaan

* Apoteker: 83 orang.
* Dokter Umum: 4 orang.
* Dokter Hewan: 1 orang.
* S1 Teknologi Pangan/Teknologi Pertanian: 11 orang.
* S1 Ilmu Gizi: 3 orang.
* S1 Kimia: 9 orang.
* S1 Biologi: 8 orang.
* S1 Biologi/Mikrobiolog i: 3 orang.
* S1 Hukum: 5 orang.
* S1 Manajemen: 4 orang.
* S1 Psikologi: 1 orang.
* S1 Akuntansi: 2 orang.
* S1 Statistik: 3 orang.
* S1 Komputer/TI: 3 orang.
* S1 Perpustakaan: 1 orang.
* D3 Komputer: 13 orang.
* D3 Farmasi/Analis: 23 orang.
* D3 Kimia/Analis Kimia: 14 orang.
* D3 Administrasi: 1 orang.
* D3 Sekretaris: 2 orang.
* D3 Akuntansi

Persyaratan Pelamar

* Usia per tanggal 1 Desember 2009:
o Pendidikan D3 paling tinggi 24 tahun.
o Pendidikan S1 paling tinggi 26 tahun.
o Pendidikan Profesi paling tinggi 28 tahun.
* Pelamar diharuskan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif
(IPK):
o Pendidikan D3 Perguruan Tinggi Negeri terakreditasi
dengan IPK minimal 2,60
o Pendidikan D3 Perguruan Tinggi Swasta terakreditasi
dengan IPK minimal 2,75
o Pendidikan S1 Perguruan Tinggi Negeri terakreditasi
dengan IPK minimal 2,60
o Pendidikan S1 Perguruan Tinggi Swasta terakreditasi
dengan IPK minimal 2,75
o Pendidikan Profesi Perguruan Tinggi Negeri terakreditasi
dengan IPK minimal 2,75 (Pendidikan Profesi dilihat IPK dan akreditasi S1
sesuai dengan butir 3).
o Pendidikan Profesi Perguruan Tinggi Swasta terakreditasi
dengan IPK minimal 3,00 (Pendidikan Profesi dilihat IPK dan akreditasi S1
sesuai dengan butir 4).

Tatacara Pelamaran

* Pendaftaran dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis
tanggal 30 September dan 1 Oktober 2009
dengan pengambilan nomor antrian mulai pukul 09.00 s/d 14.00 waktu setempat
(tidak ada perpanjangan waktu).
* Setiap pelamar harus datang sendiri ke tempat
pendaftaran (tidak diwakilkan).

Sumber
Selengkapnya CPNS POM :  www.bpom.go.id

Lowongan CPNS Badan Pertanahan Nasional RI 2009 (Update)

PENGUMUMAN Nomor: 3705/Peng-100/IX/2009 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA GOLONGAN II DAN GOLONGAN III TAHUN ANGGARAN 2009

Dalam rangka pengisian formasi Pegawai Negeri Sipil tahun 2009 yang lowong, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia memberi kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil melalui seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan Golongan III Tahun Anggaran 2009 dengan kualifikasi pendidikan sebagai berikut :

http://www.bpn.go.id/Beranda/Berita—Artikel/Berita/Penerimaan-CPNS-BPN-RI-Tahun-Anggaran-2009.aspx

Info Lengkap lihat keterangan di bawah

A. PERSYARATAN PENDAFTARAN
I. Persyaratan Umum :
1. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945.
2. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
3. Memiliki Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) yang dikeluarkan oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.
4. Bersedia ditempatkan di seluruh unit organisasi Badan Pertanahan Nasional R.I. di seluruh wilayah Republik Indonesia yang dinyatakan dengan Surat Pernyataan yang ditandatangani di atas materei Rp 6.000,-.
5. Berkeadaan sehat, dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani yang dibuat oleh Dokter Rumah Sakit Pemerintah.
6. Tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mengkonsumsi/Menggunakan Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah.
7. Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil/Anggota TNI/POLRI maupun pegawai swasta yang dinyatakan dengan Surat Pernyataan yang ditandatangani di atas materei Rp 6.000,-.
8. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dan tidak sedang terikat perjanjian atau kontrak kerja dengan instansi lain yang dinyatakan dengan Surat Pernyataan yang ditandatangani di atas materei Rp 6.000,-.
(Persyaratan nomor 2 s/d 8 dilengkapi setelah dinyatakan lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan Pertanahan Nasional R.I).

<!– find hot jobs –>

II. Persyaratan Khusus :
1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal :
a. Sarjana :
- Lulusan Perguruan Tinggi Negeri: 2,75
- Lulusan Perguruan Tinggi Swasta (terakreditasi) : 3,25
b. Diploma III: 2,75
2. Usia :
a. Minimal pada tanggal 1 September 2009 telah berusia 18 tahun untuk semua tingkat pendidikan (yang lahir sebelum 1991)
b. Maksimal pada tanggal 1 September 2009 :
1) Sarjana: 28 tahun (yang lahir setelah 1 September 1981)
2) Diploma III : 25 tahun (yang lahir setelah 1 September 1984)
3) Diploma I : 35 tahun (yang lahir setelah 1 September 1974)

B. PENDAFTARAN
1. Pendaftaran secara online dibuka mulai hari Senin tanggal 14 September 2009 sampai dengan hari Senin tanggal 5 Oktober 2009.
2. Pendaftaran dilakukan melalui website Badan Pertanahan Nasional R.I. di http://cpns.bpn.go.id.
3. Bagi Pelamar yang telah melakukan pendaftaran dan oleh sistem dinyatakan memenuhi syarat akan diberikan nomor berkas yang harus dicetak. Berkas tersebut untuk selanjutnya dikirimkan bersama persyaratan lain yang ditentukan.
4. Kelengkapan berkas dapat dikirimkan mulai tanggal 14 September 2009 dan paling lambat diterima Panitia tanggal 5 Oktober 2009 pukul 16.00 WIB.
5. Kelengkapan berkas dikirim melalui Pos atau Jasa Pengiriman yang dialamatkan kepada:
Panitia Penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil
Biro Organisasi dan Kepegawaian Badan Pertanahan Nasional R.I.
Jl. Sisingamangaraja No. 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
6. Berkas yang harus dilengkapi meliputi :
a. Surat lamaran yang ditandatangani di atas materei Rp 6.000,- yang ditujukan kepada Panitia Penyaringan CPNS sebagaimana tersebut di atas.
b. Hasil cetak Nomor Berkas yang diperoleh pada saat pendaftaran secara online dan ditandatangani.
c. Pas foto terbaru ukuran 3×4 cm (hitam putih) sebanyak 2 lembar (cantumkan nama di belakang foto).
d. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.
e. Foto kopi ijazah berikut transkrip nilai yang dilegalisir oleh :
- Universitas/Institut : Rektor/Dekan/Pembantu Dekan I Bidang Akademik
- Sekolah Tinggi: Ketua/Pembantu Ketua Bidang Akademik
- Akademi : Direktur/Pembantu Direktur Bidang Akademik
(urutan ini berlaku untuk penyusunan berkas pada map lamaran)
7. Surat lamaran beserta berkas lampirannya disusun rapi sesuai urutan dalam map dan dimasukkan dalam amplop coklat dengan dituliskan kata ”LAMARAN” pada pojok kanan atas, dengan warna map sebagai berikut :
a. Warna Merah untuk Diploma I (D I)
b. Warna Kuning untuk Diploma III (D III)
c. Warna Hijau untuk Sarjana (S1)

8. Alamat tempat tinggal tetap (alamat surat) agar ditulis jelas dan lengkap pada bagian belakang amplop karena akan dijadikan dasar pertimbangan Panitia dalam menetapkan tempat ujian/seleksi peserta dan kepentingan surat menyurat untuk proses seleksi selanjutnya.
9. Panitia tidak menerima serta tidak akan memproses lamaran yang diantar langsung ke Kantor Pusat Badan Pertanahan Nasional R.I.
10. Berkas lamaran yang tidak lengkap atau tidak disertai nomor berkas lamaran dinyatakan tidak memenuhi syarat.
11. Bagi pelamar yang pada saat seleksi terakhir/pemberkasan diketahui telah memberikan/mengisi data yang tidak benar pada saat mendaftar, Panitia berhak membatalkan keikutsertaannya dalam seleksi penerimaan CPNS
12. Berkas lamaran yang diterima Panitia menjadi milik Panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar.
Badan Pertanahan Nasional R.I., dan kepada yang bersangkutan dapat dituntut di muka pengadilan.

C. PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI
1. Hanya pelamar yang memenuhi syarat administrasi yang akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis.
2. Nama calon peserta ujian yang memenuhi syarat administrasi dan lokasi ujian akan diumumkan kemudian melalui website Badan Pertanahan Nasional R.I. dengan alamat http://www.bpn.go.id dan Papan Pengumuman pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi serta Badan Pertanahan Nasional R.I., Jl. Sisingamangaraja No. 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
3. Pengumuman melalui website dan Papan Pengumuman dapat dianggap sebagai surat panggilan ujian.
4. Tanda peserta ujian tertulis diambil sendiri oleh calon peserta di tempat ujian dengan menunjukkan kartu identitas diri, waktu dan tempat ditentukan kemudian.

D. PELAKSANAAN UJIAN/SELEKSI
1. Waktu Ujian/Seleksi : ditentukan kemudian
2. Tempat Ujian/Seleksi: ditentukan kemudian
3. Peserta yang dinyatakan lulus ujian tertulis akan diseleksi dengan ujian wawancara.

E. LAIN-LAIN
1. Seleksi penerimaan CPNS Badan Pertanahan Nasional R.I. tidak dipungut biaya apapun.
2. Badan Pertanahan Nasional R.I. tidak bertanggung jawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Badan Pertanahan Nasional R.I. atau Panitia, sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai CPNS Badan Pertanahan Nasional R.I.
3. Lamaran yang dikirim kepada Badan Pertanahan Nasional R.I. sebelum pengumuman dan sesudah waktu yang ditentukan dianggap tidak berlaku.

Dikeluarkan di Jakarta
pada tanggal 14-09-2009
A.N. KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA
SEKRETARIS UTAMA,

TTD

MANAGAM MANURUNG, S.H., M.Kn.
NIP. 19531015 198103 1 007

sumber dan info lengkap: http://www.bpn.go.id

Doaku padaMu (dalam penantian panjang)

Ya Allah, hamba memohon temukanlah hamba dengan pendamping hidup yang terbaik untuk hamba menurutMu ya Allah. Yang terbaik untuk dunia dan akhirat hamba ya Allah. Hamba lelah ya Allah, namun lautan rahmat & cintaMu membuat hamba selalu merasa segar dan tegar. Jangan tinggalkan hamba dalam kesia-siaan ya Allah. Jadikanlah semua langkah hamba senantiasa mendatangkan ridha dan rahmatMu. Amin.”

dari buku KCB2

Mengendalikan Rasa Terlalu Mencintai (jadi Renungan)

Mengendalikan Rasa Terlalu Mencintai
Uneq-Uneq – Monday, 07 July 2008

Tanya: Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mba Ade yang baik, Menyambung postingan email dari ukhti Naura tentang permasalahan yg sama “Pilih Dicintai atau Mencintai?”, kebetulan saat ini saya sedang mengalami permasalahan yg sama. Hanya saja posisinya yg berbeda. Saya berada di posisi “mencintai”. Perlu keberanian khusus untuk memposisikan diri pada posisi mencintai. Adakalanya itu sangat menyakitkan hati. Dimana ketulusan cinta yg saya berikan ternyata tak sepadan dengan apa yg saya terima. Tapi sekali lagi… keikhlasan memberi tanpa mengharap kembali itulah yang menguatkan hati ini. Rasa sedih itu pasti ada karena saya hanyalah manusia biasa yg memiliki perasaan. Perasaan cinta itu bukan sekedar berasal dari hawa nafsu semata. Tapi lebih dari keyakinan akan petunjuk yang pernah diberikan oleh Allah SWT dalam sholat dan doa yang selama ini saya panjatkan. Dan juga keinginan untuk menggenapkan separuh Dien saya. Saya pernah merasakan sakitnya suatu hubungan. Sejak itu saya sedikit trauma dan membenci lelaki. Melalui sholat dan doa saya melakukan pendekatan kepada Allah SWT, saya menyadari bahwa tak mungkin saya mengingkari-Nya dengan tidak mengikuti ajaran-Nya (menikah). Dalam kurun waktu yang cukup lama (5 tahun), saya coba menyembuhkan rasa sakit itu. Saat itu saya melakukan sholat Istikhoroh dan puasa secara terus-menerus untuk mohon dibukakan petunjuk tentang jodoh saya. Namun Allah tidak juga memberikan jawaban itu. Sampai pada suatu saat saya bercerita tentang kekalutan hati ini kepada seorang teman. Saya sampaikan padanya pertanyaan tentang petunjuk yang akan diberikan oleh Allah. Saya sempat berujar padanya “aku mungkin bukan tipe orang yang sensitif. Tipe yang bisa melihat merasakan petunjuk itu telah datang atau blom. Aku mohon Allah berkenan memberikan petunjuk yang nyata kepadaku. Aku mohon Allah berkenan mengirimkan petunjuk itu melalui seorang lelaki yang datang dan meminangku”. Dan Subhanallah… maha besar Allah… Allah kabulkan permintaan saya itu. Seorang lelaki (A) datang pada saya mengungkapkan isi hatinya dan meminta saya untuk menjadi istri-nya. Saat itu saya langsung menangis tersungkur dalam sholat saya. Baru kali ini saya merasa disentuh langsung oleh Allah melalui petunjuk itu. Saya tidak dapat memungkiri bahwa inilah petunjuk yang telah Allah berikan kepada saya. Padahal, sebelumnya saya tidak mengenal dekat dan tidak mencintai A.

Karena kondisi jarak dan ekonomi yang belum mencukupi, kami tidak langsung menikah saat itu. Pendekatan ke keluarga kedua belah pihak telah kami lakukan. Segala doa dan usaha kami lakukan dalam rangka mewujudkan cita2 itu. Akan tetapi, badai cobaan terus datang menghadang.
Saya mencintai A dengan segenap hati, karena keyakinan akan inilah jodoh yang telah Allah pilihkan untuk saya. Melihat rasa cinta yang begitu besar dan keyakinan itu, jadi timbul ketakutan dalam diri A. A merasa malu karena tidak bisa memberikan porsi yang sama sperti yang telah saya berikan. Saya coba meyakinkan A bahwa melalui pernikahan kita akan coba tumbuhkan rasa itu lebih dan lebih lagi. Love is a journey, not a destination. Sampai saya putuskan untuk pindah dari kota tempat saya tinggal ke kota tempat A tinggal. Alhamdulillah rasa itu bertambah sedikit demi sedikit.
Hanya slama 6 bulan kami bersama dalam 1 kota . Tapi kemudian ada satu kesalahan yang telah kami perbuat. Atas dasar kebutuhan perekonomian untuk membangun rumah tangga nanti, kami menerima tawaran bekerja untuk A dimana mengharuskan A untuk pindah ke kota lain. Sekarang jarak sekali lagi telah menghancurkan rasa itu. Saya berharap dapat mempertahankan hubungan ini. Saya meyakini bahwa A adalah jodoh saya berdasarkan keyakinan saya pd Allah SWT. A juga merasakan takut yang amat sangat bila salah dalam mengambil langkah karena akan berisiko kehilangan saya. Tapi A juga realistis, A tidak mau menyakiti perasaan saya dengan keadaan hatinya saat ini. Saat ini kami berdua memutuskan untuk menjauh dan berfikir dulu. Kami mencoba mendekatkan diri pada Allah untuk meminta petunjuk-Nya. A meminta Allah untuk memberikan keyakinan yang sama yang saya dapatkan dari Allah. A meminta saya utk bersabar dan pasrah atas petunjuk apapun yang nanti akan diberikan oleh Allah. Memang, kalaulah jodoh pasti tak akan lari kemana. A ingin bila kembali pada saya, A datang dengan keyakinan yang mantap untuk berkeluarga. Tapi sampai saat ini petunjuk itu tak jua datang, mba. Saya tidak tau apa maksud dibalik cobaan ini. Saya berfikir mungkin Allah telah memberi petunjuk bahwa kami tak berjodoh dengan kepindahan A ke kota lain. Tapi kenapa selalu saja ada hal2 yang terus menghubungkan kami??? Tentang masalah keluarga, rumah, ataupun hal2 lainnya. Hal ini yg tidak bisa membuat kami berpisah. Selalu saja ada konektifitas d antara kami. Saya amat mencintai A. Saya meyakini bahwa A adalah jodoh saya berdasarkan keyakinan saya pd Allah SWT. Namun sampai kapan saya harus terus berharap mba?

Saat ini kami mengalami kebimbangan, mba. Saya tidak tau cobaan apa yg sedang Allah berikan utk kami. Apakah Allah sedang menunjukkan kuasanya bahwa kami tidak berjodoh (tdk pernah bisa berkumpul bersama) atau Allah sedang menguji ttg seberapa besar saya meyakini Allah dan petunjuk-Nya yang pernah diberikan dahulu.
Saat ini kami hanya bisa terpekur dalam sholat dan doa yang kami panjatkan. Memohonkan belas kasih Allah utk memberikan yg terbaik bagi kami menurut apa yg menjadi ketetapan-Nya. Maaf kalau cerita saya terlalu panjang dan banyak menyita waktu mba.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawab;

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya, saya minta maaf karena tidak bisa memenuhi keinginan kamu agar uneg-uneg ini dibalas secara email japri (juga untuk teman-teman lain yang meminta hal yang serupa). Maaf saya tidak bisa. Ini karena bisa jadi, saat ini ada teman kamu yang mungkin mengalami permasalahan serupa sehingga mereka tidak perlu saya beri email japri orang perseorang. Semua uneg-uneg itu insya Allah bisa jadi pelajaran buat kita semua; saya, kamu dan teman-teman kafemuslimah semua. Jadi, saya muat di sini saja ya. Insya Allah akan membawa manfaat bagi orang lain.
Sekarang, sebelum saya memulai kalimat saya, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan pada ukhti. Pertama:, seberapa saleh ukhti ini sehingga merasa yakin bahwa ukhti dikaruniai karomah oleh Allah SWT berupa kemampuan untuk menerima sebuah petunjuk langsung dalam bentuknya yang kasat mata, nyata? Kedua, seberapa cantik menariknya ukhti sehingga bisa membuat orang lain jatuh cinta dan cinta itu sifatnya awet dan tahan lama? Pertanyaan terakhir: Sebut satu saja sesuatu di dunia ini yang memiliki sifat abadi/menetap dan tidak akan berubah?

Bagaimana? Bisa menjawab pertanyaan yang saya ajukan? Jika jawabannya kebanyakan tidak tahu atau malah tidak; syukur Alhamdulillah. Berarti ukhti masih sama seperti saya dan teman-teman yang lain, hanya seorang manusia biasa yang tidak punya kelebihan apa-apa. Tidak dapat membaca petunjuk dari Allah secara cerdas, tidak dapat menerima petunjuk Allah secara langsung dan kasat mata, akan mengalami sakit, kepayahan, tua dan lalu mati serta tidak dapat menemukan sesuatu yang bersifat abadi di atas muka bumi ini.

Dalam bukunya Manajemen Qalbu (melumpuhkan senjata syetan; terbitan Darul Falah, cetakan ke 7, 2007), Ibnu Qayyim Al Jauziah mennulis bahwa, Manusia diberi akal oleh Allah untuk digunakannya dalam berpikir. Ada banyak sekali fitrah manusia yang ketika diproses oleh akal pada akhirnya menjadi lebih baik lagi kemanfaatannya. Perpaduan akal dan fitrah akan menganggap baik kejujuran, keadilan, berbuat baik (kepada orang lain), kebajikan, iffah (menahan diri), keberanian, akhlakul karimah, menunaikan amanat, nasehat-menasehati, menepati janji, menolong orang teraniaya, menyambung tali silaturahim, dan sebagainya. Hal-hal ini umum dimiliki oleh manusia yang memadukan akal dan fitrahnya dalam memahami berbagai hal di muka bumi ini. Hanya saja, terkadang ada banyak kejadian yang tersembunyi ciri-cirinya, keadaannya atau dampak perbuatannya. Untuk yang satu ini manusia biasa tidak dapat mengungkapnya. Untuk itulah peranan wahyu menjadi penting. Satu-satunya orang yang mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan wahyu secara mendetail tiada lain kecuali Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Adapun orang yang paling benar akal , pendapat dan anggapan baiknya adalah orang yang akal, pendapat, anggapan baik serta kiasnya sesuai dengan As Sunnah dan Al Quran. Jika seseorang memiliki akal pemikiran, pendapat, anggapan atau kias yang tidak sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah, maka bisa dipastikan dia telah terpedaya oleh tipu daya Syetan.

Syetan memang telah berjanji pada Allah bahwa dia akan memperdaya manusia (yang dianggapnya telah menyebabkan Syetan terlempar dari surga) dengan berbagai macam cara sehingga manusia kelak bisa menemaninya menempati neraka. Tipu daya syetan meliputi berbagai macam hal. Baik yang secara terang-terangan berbentuk kedurhakaan dan kehinaan, maupun yang secara halus berupa suara-suara hati yang melenceng. Termasuk disini adalah akal pemikiran, pendapat, anggapan atau kias yang sengaja dimelencengkan dari Al Quran dan As Sunnah. Ingat, suara batin itu ada tiga macam: Rahmaniyyah (berasal dari Allah), syaithaniyyah (berasal dari Syetan) dan nafsaniya (berasal dari keinginan nafsu, sebagaimana juga mimpi). Betapa pun seorang hampa sampai pada tingkat terteinggi dalam hal zuhud dan ibadah maka ia tetap disertai syetan dan nafsunya, yang keduanya tidak akan pernah meninggalkannya hingga ia meninggal dunia. Itu yang mengharuskan kita agar senantiasa hati-hati.

Bagaimana dengan apa yang telah terjadi pada ukhti? Bisa jadi, petunjuk Allah tentang jodoh memang datang lewat A yang datang dan melamar. Tapi, apakah dia memang jodoh yang baik untuk ukhti nikahi? Wallahu’alam. Hanya saja, menurut saya, petunjuk Allah yang kita pahami tidak boleh kita iringi dengan kemaksiatan dalam pelaksanaannya. Petunjuk Allah yang haq tidak akan pernah menggiring kita pada sesuatu yang batil. Jadi, jika sebuah petunjuk dari Allah kita dapati ternyata mendatangkan musibah dan kehinaan, tentu kitalah yang salah memahaminya dalam hal ini. Yaitu salah karena telah atau masih mencampur petunjuk itu dengan interpretasi yang didasarkan pada nafsu kita sendiri. Dalam hal ini si A yang dikirim Allah setelah serangkaian doa dan istikharah yang dilakukan. Betulkah A jodoh yang Allah kirim pada ukhti? Wallahu’alam. Tapi saya cenderung melihat bahwa bisa jadi si A dikirim Allah untuk menjadi simbol (baca = petunjuk) peringatan dari Allah agar ukhti mau belajar dari kesalahan di masa yang lampau. Apa kesalahan ukhti di masa yang lampau? Kesalahan itu adalah, terlalu mencintai seseorang sehingga cinta itu bahkan melebihi cinta ukhti pada Allah dan Rasul-Nya.

Selama 5 tahun ukhti mencoba untuk belajar mengobati luka hati karena patah hati dan membenci (tidak percaya lagi) pada lelaki. Ukhti berusaha untuk mendekatkan diri pada Allah dan menunjukkan pada Allah bahwa ukhti benar-benar mencintai Allah secara utuh. Manusia memang begitu (termasuk saya, astagfirullah al adziim), ketika sedang sempit langsung datang pada Allah tapi ketika sudah lapang sering melupakan Allah. Bagi ukhti sendiri, waktu 5 tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk menunjukkan bahwa ukhti benar-benar mencintai Allah secara utuh. Tapi, benarkah? Harus ada pembuktiannya. Segala sesuatu yang ingin dipastikan kemurniannya harus melewati serangkaian ujian. Benarkah kalung emas yang berkilauan benar murni emas dan bukan sepuhan belaka? Harus diuji dahulu. Benarkah seseorang itu juara karena kepandaian yang dia miliki secara natural dan bukan karena kecurangan yang dia lakukan diam-diam? Harus diuji dahulu. Benarkah ukhti mencintai Allah dan Rasul-Nya secara utuh? Harus diuji dahulu.

Ujian cinta inilah yang datang pada Nabi Ibrahim a.s ketika datang perintah dari Allah untuk menyembelih putra yang dia nanti-nantikan kelahirannya bertahun-tahun dan amat dia cintai, Ismail a.s. Ujian cinta inilah pula yang datang kepada Asiyah yang cantik rupawan ketika mendampingi raja yang kaya raya tapi kafir dan zalim, Fir’aun. Ujian cinta inilah yang datang pada kaum Muhajirin yang harus berpindah ke Anshor. Ujian ini pulalah yang harus dipilih oleh para sahabat ketika berpindah dari agama nenek moyang mereka kepada memeluk Islam. Juga seperti ujian kesakitan yang harus dipilih oleh seorang ibu yang ingin melahirkan anak yang dikandungnya. Bahkan ujian cinta ini juga datang pada teh Ninih ketika AA Gym suaminya menikah lagi dengan teh Rini. Ujian cinta memang selalu datang pada mereka yang kesehariannya terlihat amat besar cintanya pada Sang Khalik. Ujian ini untuk menguji apakah cinta yang mereka persembahkan ini memang tulus ikhlas dan bulat dan bukan hanya polesan di kulit saja. Mereka yang lulus ujian cinta ini, Allah telah menyediakan tempat istimewa di surga-Nya kelak. Dan ujian cinta seperti inilah yang datang pada ukhti ketika datang A yang datang melamar setelah masa pendekatan pada Allah dan permohonan panjang selama 5 tahun. Apakah ketika ujian ini datang ukhti akan kembali kepada kesalahan yang dulu? Apakah ketika ujian ini datang ukhti akan kembali mengingkari Allah dan kembali pada kemaksiatan? Apakah ketika ujian cinta datang ukhti akan waspada agar tidak jatuh ke lubang yang sama atau malah kembali jatuh ke lubang kesalahan yang sama? Silahkan ukhti renungkan sendiri. Tentu ukhti sendiri yang bisa mengukurnya lewat muhasabah diri sendiri.

Cintailah segala sesuatunya itu sekadarnya saja, karena bisa jadi apa yang kamu cintai hari ini kelak akan menjadi musuh bagimu dikemudian hari; dan bencilah pada sesuatu itu sekadarnya saja, karena bisa jadi apa yang kamu benci hari ini justru kelak akan menjadi kekasihmu di kemudian hari. Ini pendapat dari pepatah Arab lama yang oleh sebagian orang dianggap sebagai salah satu perkataan Nabi SAW. Wallahu’alam. Tapi saya pribadi setuju dengan pendapat ini. Memang demikianlah seharusnya kita mencintai dan membenci sesuatu. Jangan pol-polan; nge-gas abis; dalem banget, istilah jaman sekarangnya. Nanti malah kecewa sendiri kalau ternyata balasan yang kita terima ternyata tidak sepadan atau tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Dalam hal ini, jangan terlalu yakin dulu bahwa A yang datang mengkhitbahmu adalah betul jodoh yang layak untuk dicintai dengan amat sangat. Toh dia belum berani mengambil keputusan untuk menikah dengan ukhti. Baik itu karena alasan perekonomian, atau pekerjaan atau jarak. Saya pribadi melihatnya, di awal bisa jadi A merasa ukhtilah yang sesuai dengan kriteria istri yang dia inginkan. Keyakinan inilah yang menggiring A untuk mengkhitbah ukhti. Tapi, dalam perjalanan waktu, ternyata ada banyak kejadian yang malah melunturkan keyakinan A tersebut. Dia ragu apakah ukhti memang pantas jadi istri yang mendampingi dia. Itu sebabnya dia mengulur waktu untuk segera menikah dengan banyak alasan. Yang saya sesali, justru di kondisi seperti inilah ukhti malah berusaha meyakinkan A bahwa kalian memang berjodoh, bahwa ukhti amat mencintai dia.

Ukthi yang dirahmati Allah SWT. Seorang lelaki yang merasa yakin akan pilihan hatinya terhadap pasangan hidupnya, akan terus melangkah hingga bisa membawa teman wanitanya itu menjadi istrinya. Dia tidak lagi takut akan pertimbangan ekonomi, pekerjaan, sosial, jarak, dan sebagainya. Karena jika dia sudah yakin bahwa wanita itulah calon istri yang tepat untuk dirinya maka dia tidak ingin kehilangan kesempatan itu. Rasa cemburunya muncul sehingga dia punya rasa khawatir jika dia tidak segera menikahi wanita yang dia cintai maka bisa jadi orang lainlah yang akan menikahi wanita tersebut; itu sebabnya dia akan segera menikahi wanita tersebut tanpa banyak pertimbangan macam-macam lagi. Entah itu pertimbangan ekonomi, jarak, usia, dan sebagainya. Menurut saya, kondisinya jangan dibalik. Jangan kita (pihak wanita) yang meyakinkan dia (pihak pria) berulang kali bahwa cinta akan tumbuh bersemi kelak lewat perjalanan waktu. Jangan pernah memaksakan pendapat ini pada laki-laki. Mengapa. Karena dalam perjalanan cinta dan kehidupan, wanita akan banyak sekali berkorban (baca = melakukan tugas). Wanita akan melahirkan, mendidik anak, mengelola keuangan, menjadi kekasih, menjadi istri (merangkap baby sitter dan mungkin juga pembantu), menjadi sahabat, mengalami perubahan fisik yang drastis, mengalami perubahan emosional yang lebih cepat, dan seterusnya. Jika kita ada di posisi amat mencintai dan punya misi untuk terus memberi semangat pada pasangan kita bahwa kita adalah jodoh yang sudah ditentukan oleh Allah SWT sehingga cepat atau lambat cinta akan bersemi diantara kita; saya pastikan: kelelahan, kejenuhan dan rasa kecewa akan senantiasa datang menghampiri. Ingat ya, pihak laki-laki tidak mengalami perubahan fisik yang drastis setelah menikah kelak, tidak juga mengalami pergolakan emosional karena naik turunnya perubahan hormonal, tidak juga punya tugas berat yang rangkap-rangkap dalam rumah tangganya dan terutama sekali, dia punya hak untuk menikah lagi jika dia mampu untuk melakukan itu. Jika suatu saat dalam perjalanan waktu ternyata dia bertemu seorang wanita lain dan akhirnya merasakan apa itu jatuh cinta yang sesungguhnya; ya…. siap-siap saja menelan kecewa. Maksud saya, kecewa yang amat sangat. Jadi, jangan terlalu mencintai deh. Biasa-biasa saja dan jangan pernah memaksa pendapat bahwa cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Ini kondisi yang amat sangat tidak sehat dan melelahkan. Dengan demikian, jika ternyata ujian dari Allah datang lagi kepada kalian kali ini, seharusnya ukhti bersyukur pada Allah SWT. Bisa jadi Allah ingin menyelamatkan ukhti dari kondisi yang amat sangat tidak sehat dan melelahkan tersebut.

Ukhti yang dirahmati Allah SWT. Apa yang ukhti lakukan saat ini menurut saya amat berbahaya. Pindah rumah (kota) agar bisa dekat dengan laki-laki yang ukhti cintai tanpa ikatan pernikahan, itu jelas amat berbahaya. Ukhti sedang bermain dengan api. Yaitu, api maksiat dan perzinahan. Bisa jadi sampai sejauh ini ukhti dan A bisa menjaga diri, tapi, rasa cinta yang amat sangat dalam hati ukhti tersebut, bisa mengalahkan akal sehat dan pada akhirnya memenangkan nafsu birahi. Terlebih kian hari rasa cinta akan menumbuhkan juga rasa takut kehilangan. Rasa takut kehilangan ini akan melahirkan ide-ide yang dekat dengan maksiat. Jadi, keputusan pindah rumah dan kota agar dekat dengan A adalah keputusan yang amat sangat salah. Seharusnya, kalian langsung saja menikah. Menunggu apa lagi coba? Soal pertimbangan ekonomi? Dengan manajemen pengeluaran dan pemasukan yang baik, sesedikit apapun pendapatan, bisa dibuat cukup kok. Asal tidak terlalu banyak keinginan dan mimpi-mimpi yang mahal serta penghematan disana-sini. Soal pekerjaan yang pindah-pindah? Itu bisa disiasati. Toh istri-istri para pedagang atau tentara tetap bisa berkeluarga meski mereka harus terpisah-pisah. Jadi, ajak A menikah sekarang juga. Jika dia tetap ragu untuk menikahi ukhti, mulailah berpikir untuk tidak lagi menganggap A adalah jodoh yang dikirim Allah SWT untuk menjadi suami kita. Cari laki-laki lain saja.

Demikian dari saya. Mohon maaf jika ada banyak kesalahan atau menyinggung sesuatu yang membuat marah atau sakit hati. Semua kelebihan dan kebenaran dari Allah SWT dan segala kekurangan dan kesalahan berasal dari saya. Jadi, sekali lagi maafkan saya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ade Anita

Jawaban Istikharahku kok Salah? (Buat Renungan)

Jawaban Istikharahku kok Salah?
Uneq-Uneq – Saturday, 07 February 2009

Tanya: Assalamualaikum wr,wb. Begini mbak ade, saya ingin menanyakan satu hal, mengenai petunjuk dari shalat istikharah. Waktu dulu saya menjalin hubungan dengan seorang wanita asal medan, hubungan kami kurang mendapat persetujuan dari orang tuanya si cewe, karena menurut beliau saya bukan orang batak sama seperti mereka. Saya awalnya tetap berusaha menjalani semuanya, karena patokan saya niat saya baik dan di mata Allah ga ada yang membedakan kita sebagai manusia, saya hanya beranggapan yang membedakan hanya ke TAQWA an kita saja, selainnya kita sama HAMBA ALLAH.

Akhir nya kita berpisah, setelah hampir 3 taun kita pisah. Saya tidak tahu dia dimana dan bagaimana dia sekarang. Saya menjalin hubungan dengan wanita baru sebut saja si P, wanita asal garut, di awal saya menjalankan shalat istikharah agar supaya ke salahan di waktu yg lalu ga terulang lagi, di dalam shalat saya berdoa: YA ALLAH APABILA SI P MEMANG BAIK UNTUKKU, AGAMAKU, DUNIAKU, AKHIRATKU, HIDUPKU, HIDUP SETELAH MATIKU BERILAH AKU PETUNJUK MU AGAR AKU SEMAKIN MANTAP MENJALANI NYA, NAMUN APABILA DIA MEMANG TIDAK BAIK UNTUKKU DAN SEMUA YANG ADA PADA DIRI KU, TUNJUKKAN LAH AKU YANG BAIK UNTUKKU.

Ternyata tanpa di sangka jawaban yang saya dapat kan dalam istikharah saya mengarah kepada mantan saya yang sudah hampir 3 taun saya tidak tahu kabarnya dan dimana dia sebenarnya. Semenjak itu perasaan saya kembali mencintai mantan saya itu, saya semakin yakin bahwa dia lah yang di siapkan oleh ALLAH untuk saya. Akan tetapi mengapa dia seakan menjauh dari saya, sembunyi juga dari saya,padahal jawaban dari salat istikharah saya adalah dia, salat istikharah pun saya lakukan berulang2, tapi jawabannya dialah yang terbaik..

Yang saya ingin tanyakan, mengapa realitanya justru ber tolak belakangan dengan jawaban/petunjuk yang diberikan oleh ALLAH? Apakah ini yang di sebut ujian kemantapan hati saya, apakah saya sabar menunggu masa itu atau justru sebaliknya?

Terimaksih banyak mbak ade..
mohon sekali jawabanya..
wassalamualaikum

Jawab:

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Satu pertanyaan saya sebelum membahas uneg2 darimu. Yaitu, darimana kamu tahu bahwa jawaban dari shalat istikharahmu yang berkali-kali itu adalah sidia yang tiga tahun dahulu pernah punya kisah denganmu? Apa tolok ukurnya sehingga kamu bisa menyimpulkan bahwa jawaban dari shalat istikharahmu mengatakan dialah yang terbaik?

Hm. Entahlah. Tapi pengalaman memberi saya pelajaran bahwa seringkali, manusia (yang memang memiliki banyak sekali kekurangan) salah mengartikan petunjuk dari Tuhannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena ketika meminta petunjuk dari Allah, kita tidak membuang semua ego dan mimpi-mimpi kita. Mungkin perumpamaannya sama seperti seorang anak kecil yang bertanya kepada bapaknya. “Ayah, lebih baik saya ikut PMR atau Pramuka?” Didalam hati, si anak amat menginginkan untuk dapat ikut Pramuka. Ini karena alasan semua sahabat dekatnya ikut kegiatan Pramuka, kegiatan Pramuka juga lebih tidak ribet ketimbang PMR yang banyak tugas. Tapi, bagi sibapak, dalam pandangan si bapak, anaknya memiliki karakter suka menolong, pandai dibidang pengobatan, dan potensial untuk dikembangkan dibidang kedokteran nanti-nantinya. Disisi lain, si bapak tahu, semua teman anaknya memilih untuk ikut Pramuka sehingga PMR benar-benar sebuah kegiatan baru dengan lingkungan yang baru juga untuk anaknya. Lagipula, si bapak ingin anaknya mau bertanggung-jawab dengan apapun yang dipilihnya. Maka dijawablah pertanyaan si anak, “Menurut bapak, kamu ada bakat dibidang pengobatan nak. Prospek masa depanmu pun akan lebih menjanjikan jika kamu mendalami bidang yang berhubungan dengan relasi social dan pemberian pertolongan kepada orang lain.” Kontan, si anak tersenyum. “Terima kasih pak atas solusi dan jawabannya, berarti saya boleh masuk Pramuka.” Selesai. Sesungguhnya, apapun jawaban dari si bapak, karena kecenderungan hati yang dimilikinya, maka si anak akan tetap memilih untuk masuk Pramuka (minimal dia akan menterjemahkan jawaban si bapak bahwa si bapak sepakat dengan apa yang dia inginkan). Bisa saja si bapak langsung member jawaban “Masuk PMR saja.”. Jika ini terjadi, maka si anak akan langsung bertanya, “Memang ada apa dengan Pramuka pak? Mengapa PMR lebih baik dari Pramuka?” Jawaban ini terus ditanyakan ke si bapak sehingga akhirnya si bapak (yang memang menyayangi anaknya) akan memberi jawaban, “Ya sudah, kamu masuk Pramuka saja kalau begitu. Pramuka juga bagus kok untukmu.” Inilah yang disebut dengan episode kemenangan kecenderungan hati.

Sebenarnya, ketika melakukan shalat istikharah itu ada dua hal yang harus terpenuhi (ini sekaligus jawaban bagi penanya yang bertanya mengapa setelah shalat istikharah berkali-kali belum juga ditunjukkan jodoh baginya). Pertama, shalat istikharah itu shalat untuk mohon petunjuk atas dua atau beberapa pilihan. Jadi, jika kita tidak punya pilihan sama sekali, jangan pernah berharap akan datang jawaban yang diinginkan. Kedua, ketika melakukan shalat, bersihkan dahulu hati kita dari segala macam kecenderungan hati. Ingat, ini permintaan mohon petunjuk bukan mohon stempel persetujuan atas sebuah proposal kecenderungan hati.

Sekarang kita balik lagi kepada kejadian tiga tahun yang lalu. Ayo jujur pada diri sendiri. Ketika dulu ditolak oleh orang tua mantan gadismu itu karena perbedaan suku, sakitkah hatimu? Mungkin. Kecewakah dirimu? Bisa jadi. Kejadian itu sudah lama sekali terjadi sehingga mungkin semua rasa sakit hati dan kecewa yang dulu pernah kamu rasakan sudah coba kamu lupakan. Itu sudah tiga tahun lamanya. Ada banyak kejadian yang terjadi dalam kurun waktu tiga tahun belakangan. Kamu memperoleh pengalaman baru yang berderet. Kamu juga memperoleh pengetahuan baru yang terus bertumpuk setiap harinya tanpa terasa. Apa yang terjadi pada ingatan manusia terhadap kenangan dengan seseorang yang dia kenal dimasa yang lalu? Jawabannya, kenangan yang indah. Seorang ibu yang galak pada anaknya, hampir tiap hari si anak dimarahi olehnya hingga si anak tumbuh dewasa dengan sifat serba gugup dan ingin cepat menikah agar bisa terbebas dari sisi si ibu. Ketika akhirnya si ibu meninggal dunia, maka yang diingat oleh si anak adalah kenangan ketika ibunya mengasihi dirinya. Itulah yang membuat si anak akhirnya merindukan ibunya yang sudah meninggal dunia. Air matanya menetes jika ingat bagaimana si ibu memeluk dirinya ketika dia masih kecil, ketika dia sedang sakit, atau ketika dia sedang sungkeman karena ingin menikah. Episode kekejaman ibunya dahulu sudah dia lupakan. Seorang presiden yang memimpin negaranya dengan tangan besi, sehingga banyak sudah pelanggaran HAM yang dilanggarnya, sehingga banyak sekali darah yang mengalir demi lancarnya pembangunan seperti yang dia inginkan terjadi, sehingga banyak sekali nyawa yang melayang sia-sia agar tujuan trilogi pembangunan bisa tercapai; ketika dia sudah meninggal dunia apa yang dikenang oleh rakyatnya? Semua kenangan indah ketika dia berkuasa. Tentang pembangunan yang pesat; tentang kesejahteraan yang dirasakan dahulu, tentang kemakmuran Negara ketika bersanding dengan Negara tetangga. Episode dia sebagai penjarah kebebasan orang lain sama sekali sudah dilupakan rakyat. Episode dia sebagai seorang pembunuh berdarah dingin sama sekali tidak ada yang ingat. Bahkan episode dia sebagai seekor gurita yang terus memanjangkan tentakelnya untuk menguasai perekonomian sepihak saja melalui para kroni dan keluarganya hilang dalam jagad raya sejarah negaranya. Ya. Inilah yang terjadi pada ingatan manusia setelah kurun waktu yang lama. Dan bisa jadi, inipulalah yang terjadi dalam ingatanmu terhadap mantan gadismu itu.

Dalam kondisi seperti ini, bertemulah kamu dengan Si P. Lalu, tanpa sadara, kamu mempersandingkan kedua gadismu itu. Sayangnya persandingan ini tidak berjalan seimbang. Kelebihan mantan gadismu kamu sandingkan dengan kelebihan si P beserta kekurangannya (karena kamu sudah lupa dengan kekurangan mantan gadismu yang tiga tahun sudah berlalu itu). Eksotisme perjuangan mendapatkan mantan gadismu dengan kemudahan mendapatkan si P. Artinya, kamu masih menyimpan rasa “istimewa” untuk mantan gadismu itu (sekaligus rasa penasaran mengapa hanya karena berbeda suku kamu tidak bisa mendapatkan dia). Inilah yang saya maksud dengan kecenderungan hati yang sudah kamu miliki terlebih dahulu sebelum kamu mengerjakan shalat istikharah.

Solusi yang bisa saya tawarkan, coba jaga jarak terlebih dahulu dengan si P (ini jika kamu sudah berhubungan dengan si P lebih lanjut) selama beberapa pekan. Apa yang kamu rasakan? Apakah kamu merasakan bahwa kamu merasa kehilangan dia? Jika ya, buat daftar kekurangan dan kelebihan si P dan cocokkan dengan kriteriamu dalam mencari sosok seorang istri, ibu bagi anakmu dan kekasih. Apakah dia sudah cukup memenuhi criteria itu? Lalu, barulah bandingkan dengan mantan gadismu dahulu. Lalu bandingkan juga daftar apa yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan salah satu dari keduanya. Mana yang lebih sulit? Mana yang dimudahkan jalannya dan mana yang dipersulit jalannya? Karena saya pribadi (ini murni pendapat seorang ade anita yang manusia biasa) cenderung untuk menyimpulkan bahwa jawaban dari shalat istikharah itu adalah dengan hadirnya kemudahan untuk mendapatkan sesuatu dan kesulitan untuk mendapatkan yang lain. Kemudahan untuk dihindari dari sesuatu dan kesulitan untuk mempertahankan yang lain.
Tolong jujur dan jangan terlalu gigih mempertahankan kecenderungan hati. Karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dimasa depan sedangkan Allah-lah Yang Maha Berpengetahuan atas segalanya. Pejamkan matamu untuk menyingkirkan semua gejolak perasaan lalu konsentrasi beribadah mendekatkan diri pada Allah SWT. Mohon pada Allah agar menjernihkan hatimu dan membuka pikiranmu sehingga kamu memperoleh kemudahan untuk melihat bahwa sesuatu yang benar itu memang benar dan yang salah itu nyata salahnya.

Demikian semoga bermanfaat. MOhon maaf jika ada kekurangan dan kekhilafan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ade Anita

sumber: http://www.kafemuslimah.com/article_detail.php?id=1335